Aliansi.co,Jakarta-Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan kembali menggelar program hapus tato gratis bagi warga.
Kegiatan yang difasilitasi melalui Baznas Bazis Jakarta Selatan ini menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadan.
Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar mengatakan, kuota yang disediakan pada pelaksanaan kali ini sebanyak 100 peserta.
Meski demikian, warga yang belum sempat mendaftar secara daring tetap diperbolehkan datang langsung selama kuota masih tersedia.
“Kalau datang langsung, on the spot, kita layani sampai sore sesuai dengan kuota yang ada,” kata Anwar saat meninjau kegiatan hapus tato gratis, Kamis (26/2/2025).
Anwar menjelaskan, pelayanan dilakukan secara bertahap sejak pagi agar peserta tidak menunggu terlalu lama.
Pasalnya, proses penghapusan tato untuk satu orang diperkirakan memakan waktu sekitar 15 menit.
“Kalau kita serentak dari pagi, mereka kasihan. Menghapus tato satu orang bisa memakan waktu 15 menit,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga berdialog dengan sejumlah peserta mengenai alasan mereka membuat tato.
Dari hasil perbincangan tersebut, sebagian besar peserta mengaku membuat tato karena ikut-ikutan dan demi gaya semata, namun kini menyesal.
“Tadi saya tanya, kenapa ditato kan sakit? Mereka bilang karena ikut-ikutan saja, buat gaya-gayaan. Sekarang nyesal, Pak,” tuturnya.
Menurut Anwar, sejumlah peserta mengaku kurang percaya diri akibat tato yang dimiliki.
Mereka juga kerap mendapat stigma negatif di lingkungan sosial.
“Memang saat kumpul di masyarakat ada ganjalan, dianggap preman, brutal, dan sebagainya. Alhamdulillah sekarang mereka sadar,” kata dia.
Ia berharap program hapus tato gratis ini bisa menjadi ruang untuk perbaikan diri dan mendorong peningkatan kualitas keimanan peserta.
“Mudah-mudahan dengan hapus tato ini mereka dapat hidayah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga ini menjadi jalan hijrah bagi mereka,” ucap Anwar.
Sementara itu, Koordinator Baznas Bazis Jakarta Selatan Ahmad Kahfi menjelaskan, target peserta pada kegiatan kali ini sebanyak 100 orang.
Pihaknya juga mengakomodasi warga yang mengalami kendala saat mendaftar secara daring.
“Jika kuota utama telah terpenuhi, kami tetap akan mengupayakan tindakan bagi peserta di luar kuota tersebut,” tutur Kahfi.
Sebelum menjalani tindakan, peserta diwajibkan mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, meliputi pengecekan tekanan darah, tes laboratorium darah, serta pemeriksaan sensitivitas kulit.
Kahfi menegaskan, penghapusan tato tidak dapat hilang seketika hanya dengan satu kali tindakan laser.
Sensitivitas kulit masing-masing peserta turut memengaruhi hasil yang diperoleh.
“Perlu dipahami bahwa penghapusan tato tidak dapat hilang seketika hanya dengan satu kali tindakan laser. Sensitivitas kulit sangat berpengaruh besar,” ujarnya.
