Selasa, Mei 19, 2026

Bupati Pekalongan Buka Suara Kena OTT KPK: Demi Allah, Tidak Ada Serupiah Pun Diamankan

WIB

Aiansi.co, Jakarta- Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq buka suara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menegaskan tidak ada barang bukti berupa uang yang diamankan dari dirinya saat proses penangkapan berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan Fadia usai menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (4/3/2026).

Ia membantah telah terjaring OTT sebagaimana disebutkan.

“Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Pada saat penangkapan, mereka tidak menggerebek ke rumah,” ujar Fadia di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Baca Juga :  Istri Dirut PT Taspen Dampingi Kamaruddin Simanjuntak ke Bareskrim: Dia Orang Baik, Kita Semua Harus Membantu

Ia menjelaskan, saat proses penangkapan terjadi dirinya tengah bersama Gubernur Jawa Tengah.

Menurut dia, kondisi tersebut membantah adanya operasi tangkap tangan terhadap dirinya.

“Saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah, jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun, demi Allah nggak ada,” katanya.

Fadia juga menegaskan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah tidak membahas proyek maupun pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Baca Juga :  OTT Bupati Pati Diduga Terlibat Praktik Jual Beli Jabatan Desa, Total 8 Orang Diamankan

Ia menyebut agenda tersebut tidak berkaitan dengan izin ataupun proyek tertentu.

“Nggak membahas izin, hanya karena saya tidak bisa hadir acara MBG,” ucapnya.

Selain itu, Fadia membantah terlibat dalam proyek pengadaan barang dan jasa yang tengah diselidiki KPK.

Ia mengaku perusahaan yang dikaitkan dalam perkara tersebut bukan miliknya secara pribadi.

“Nggak, saya tidak ikut, itu bukan punya saya. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada uang yang diamankan dari dirinya maupun dari kepala dinas terkait.

Baca Juga :  Mentan Syahrul Limpo Mendadak Hilang di Luar Negeri, Informasi Terakhir di Spanyol

“Yang penting saya sampaikan, saya tidak pernah OTT dan tidak ada barang serupiah pun. Demi Allah nggak ada, kepala dinas saya pun tidak ada serupiah pun,” tegas Fadia.

Terkait langkah hukum selanjutnya, Fadia menyatakan akan berkoordinasi dengan kuasa hukumnya untuk menghadapi proses hukum yang berjalan.

“Saya akan diskusi dengan pengacara, karena saya demi Allah tidak ada OTT serupiah pun,” kata dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...