Kamis, Juli 16, 2026

Pramono Pilih Normalisasi Sungai Ciketing Usai Tinjau Langsung Longsor Bantargebang

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih langkah normalisasi Sungai Ciketing sebagai prioritas penanganan pascalongsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang (TPST), Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pramono menilai normalisasi sungai perlu segera dilakukan karena aliran Sungai Ciketing sempat tertutup material longsoran sampah yang juga menghambat akses jalan di sekitar lokasi.

Hal itu dikatakan Pramono saat meninjau langsung lokasi longsor pada Senin (9/3/2026) pagi.

“Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujar Pramono di lokasi.

Ia menegaskan penanganan pascalongsor harus dilakukan secara cepat dan tetap mengutamakan keselamatan petugas serta warga di sekitar kawasan TPST Bantargebang.

Baca Juga :  Lapangan Padel yang Diviralkan Warga Cilandak Dilarang Beroperasi, Camat: Tunggu Peredam Suara Rampung

Menurut Pramono, TPST Bantargebang setiap hari menerima kiriman sampah dari Jakarta sekitar 7.400 hingga 8.000 ton.

Karena itu, ia meminta dilakukan pemilahan sampah sebagai langkah penting untuk mengurangi beban tempat pengolahan tersebut.

“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” kata dia.

Sambil menunggu pemulihan zona 4A yang terdampak longsor, pengiriman sampah dari Jakarta sementara dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di RDF Rorotan, Jakarta Utara, sebagai solusi pengelolaan sampah jangka menengah.

Pramono mengatakan fasilitas tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para pakar agar dapat berfungsi secara ramah lingkungan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Disdik DKI Cabut KJP 492 Pelajar, Paling Banyak Gegara Tawuran 

“Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari,” ujarnya.

Ia berharap proses commissioning fasilitas tersebut dapat segera rampung sehingga RDF Rorotan dapat beroperasi secara normal.

Sementara itu, longsor di zona 4A TPST Bantargebang diduga dipicu hujan ekstrem yang terjadi pada Minggu (8/3) dengan curah hujan mencapai 264 milimeter per hari.

Longsoran sampah itu menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyampaikan duka cita atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini tercatat empat orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka ringan serta telah kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  DPRD Soroti Job Fair Disnaker Jakarta, Singgung Perusahaan Abal-abal

Pemprov memastikan seluruh korban mendapat perhatian dan dukungan penuh.

Korban meninggal dunia yang merupakan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara biaya pengobatan korban luka serta bantuan sosial bagi warga terdampak ditanggung oleh pemerintah daerah.

Penanganan darurat di lokasi juga melibatkan tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Metro Jaya, Tentara Nasional Indonesia, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta aparat wilayah setempat.

Proses evakuasi didukung 19 unit ekskavator dan tujuh ambulans yang bekerja secara intensif di lokasi longsor.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...

“Video Call Bokap Lu”, Bang Jago Pengendara Ninja Ditangkap Polisi

Aliansi.co,Jakarta- Pengendara Kawasaki Ninja RR yang viral karena melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor lain di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya...