Rabu, Mei 13, 2026

Jaga Jakarta Bersih, Begini Cara Pemkot Jaksel Tangani Sampah Rumah Tangga

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) terus menggencarkan upaya penanganan sampah dari sumbernya melalui Gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”.

Langkah ini difokuskan pada pengelolaan sampah organik rumah tangga agar tidak menumpuk dan berdampak pada lingkungan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho menegaskan, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari rumah tangga masing-masing.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari meja makan menjadi kunci utama.

“Upaya yang kami lakukan adalah edukasi kepada masyarakat yang dibarengi dengan aksi langsung, sehingga persoalan sampah di Jakarta dapat segera teratasi,” ujar Ali Murtadho saat dihubungi, Jumat (8/5/2025).

Baca Juga :  Gencar Penertiban Utilitas Semrawut, Jaksel Diberi Bantuan Alat Penarik Kabel

Ia menjelaskan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan telah menggalakkan berbagai program pengolahan sampah organik, di antaranya melalui sistem biopori jumbo dan teba modern.

Teba modern merupakan inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga berupa lubang sedalam dua hingga tiga meter yang diperkuat dengan beton dan ditutup, sehingga berfungsi sebagai komposter alami.

Untuk mengoptimalkan program tersebut, lanjutnya, Pemkot Jakarta Selatan mendorong setiap Rukun Tetangga (RT) memiliki minimal satu lubang biopori jumbo.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Jakarta Sambangi Kejaksaan Tinggi DKI, Ada Apa?

Dengan jumlah sekitar 6.000 RT di wilayah Jakarta Selatan, langkah ini dinilai mampu mendukung sistem zero organic waste secara efektif.

“Kantor-kantor pemerintah juga kita imbau semuanya lakukan hal yang sama. Bagi lingkup RT, saya rasa dengan semangat gotong royong yang baik dan masyarakat memahami terkait permasalahan sampah, mereka akan melakukannya,” ucapnya.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Pemkot Jakarta Selatan juga menyoroti kebersihan dan ketertiban menjelang momen Idul Adha.

Ali Murtadho menegaskan penjual hewan kurban dilarang menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), seperti trotoar, sebagai lokasi berjualan.

Baca Juga :  Peringati Hari Ibu, Wali Kota Jaksel Kenang Sosok Perempuan Ini, Berikut Nama-namanya

“Mengenai teknis penjualan, kami tidak ingin sarana publik seperti trotoar dan fasilitas lainnya digunakan oleh para penjual hewan kurban. Sebab, nantinya akan berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan,” kata pria yang akrab disapa Aldo ini.

Melalui kombinasi edukasi, inovasi pengolahan sampah, dan penegakan aturan, Aldo berharap gerakan ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan.

“Konsep ini akan berkelanjutan sebagai perwujudan program Jaga Jakarta Bersih,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...

Dana Umat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan, BNI Janji Kembalikan Bertahap

Aliansi.co, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan akan mengembalikan dana umat senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dalam kasus...