Sabtu, Juli 4, 2026

Jaga Jakarta Bersih, Begini Cara Pemkot Jaksel Tangani Sampah Rumah Tangga

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) terus menggencarkan upaya penanganan sampah dari sumbernya melalui Gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”.

Langkah ini difokuskan pada pengelolaan sampah organik rumah tangga agar tidak menumpuk dan berdampak pada lingkungan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho menegaskan, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari rumah tangga masing-masing.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari meja makan menjadi kunci utama.

“Upaya yang kami lakukan adalah edukasi kepada masyarakat yang dibarengi dengan aksi langsung, sehingga persoalan sampah di Jakarta dapat segera teratasi,” ujar Ali Murtadho saat dihubungi, Jumat (8/5/2025).

Baca Juga :  Kurangi Beban Bantargebang, DLH Ajak Warga Ikut Atasi Masalah Sampah Jakarta

Ia menjelaskan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan telah menggalakkan berbagai program pengolahan sampah organik, di antaranya melalui sistem biopori jumbo dan teba modern.

Teba modern merupakan inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga berupa lubang sedalam dua hingga tiga meter yang diperkuat dengan beton dan ditutup, sehingga berfungsi sebagai komposter alami.

Untuk mengoptimalkan program tersebut, lanjutnya, Pemkot Jakarta Selatan mendorong setiap Rukun Tetangga (RT) memiliki minimal satu lubang biopori jumbo.

Baca Juga :  Bahagianya Emak-emak UMKM Jalani Kurasi di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Dengan jumlah sekitar 6.000 RT di wilayah Jakarta Selatan, langkah ini dinilai mampu mendukung sistem zero organic waste secara efektif.

“Kantor-kantor pemerintah juga kita imbau semuanya lakukan hal yang sama. Bagi lingkup RT, saya rasa dengan semangat gotong royong yang baik dan masyarakat memahami terkait permasalahan sampah, mereka akan melakukannya,” ucapnya.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Pemkot Jakarta Selatan juga menyoroti kebersihan dan ketertiban menjelang momen Idul Adha.

Ali Murtadho menegaskan penjual hewan kurban dilarang menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), seperti trotoar, sebagai lokasi berjualan.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov DKI Komitmen Bebas Korupsi, Wakil Ketua KPK jadi Saksi

“Mengenai teknis penjualan, kami tidak ingin sarana publik seperti trotoar dan fasilitas lainnya digunakan oleh para penjual hewan kurban. Sebab, nantinya akan berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan,” kata pria yang akrab disapa Aldo ini.

Melalui kombinasi edukasi, inovasi pengolahan sampah, dan penegakan aturan, Aldo berharap gerakan ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan.

“Konsep ini akan berkelanjutan sebagai perwujudan program Jaga Jakarta Bersih,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...