Sabtu, Juli 4, 2026

Cegah Vendor Titipan, Lelang Ulang Parkir Blok M Diminta Transparan dan Libatkan Tim Independen

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Rencana lelang ulang pengelolaan parkir di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, didorong dilakukan secara terbuka dan transparan untuk mencegah dugaan praktik pengaturan pemenang atau “vendor titipan”.

Langkah ini dinilai menjadi kunci agar proses seleksi operator baru tidak menimbulkan  polemik.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menegaskan, seluruh tahapan lelang harus dapat diawasi publik secara menyeluruh, terutama setelah muncul sorotan terhadap tata kelola parkir di kawasan tersebut.

“Ya harus terbuka, agar semua memantau, termasuk media. Jadi terbuka dari A sampai Z,” ujar Trubus, Rabu (13/5/2026).

Ia menekankan, proses lelang sebaiknya tidak berlarut-larut hingga dua bulan sebagaimana rencana sementara.

Baca Juga :  Pramono Pasang Target Jakarta Jadi Kota Global Jelang Usia 500 Tahun

Menurutnya, durasi yang terlalu panjang justru membuka celah terjadinya pengaturan dalam penentuan pemenang tender.

“Kalau memang terlalu lama jangan-jangan nanti ada pengaturan gitu loh,” katanya.

Trubus juga mengingatkan agar tidak ada pihak tertentu yang diuntungkan dalam proses lelang tersebut.

Ia menilai potensi konflik kepentingan harus dicegah sejak awal agar hasil lelang benar-benar objektif.

“Jangan sampai nanti ada upaya-upaya pengaturan untuk memenangkan pihak tertentu dalam proses lelang itu,” ujarnya.

Selain itu, Trubus juga mendorong agar panitia seleksi lelang melibatkan unsur independen, termasuk akademisi dan tenaga ahli teknis di bidang perparkiran.

Menurutnya, keterlibatan pihak luar diperlukan untuk memperkuat akuntabilitas proses.

Ia menambahkan, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan aparat penegak hukum, tetapi juga harus melibatkan pihak independen agar lebih kredibel dan transparan.

Baca Juga :  Disdik DKI Diminta Transparan soal Proyek Pembangunan Sekolah yang Ditemukan KPK Bermasalah

Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, memastikan bahwa pengelolaan parkir di Blok M saat ini yang berada di bawah Unit Pengelola (UP) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta hanya bersifat sementara selama sekitar dua bulan.

“Sekitar 2 bulan lah untuk operator di bawah UP Parkir saat ini. Setelah itu akan dilakukan lelang,” ujar Jupiter.

Ia menyebutkan, setelah masa transisi tersebut, pengelolaan parkir akan kembali dilelang dengan melibatkan PT Karya Utama Perdana untuk menentukan operator baru pengganti Best Parking.

Baca Juga :  Demi Keselamatan Pemudik, Dishub DKI Siapkan Petugas Ujir KIR Khusus Periksa Kelayakan Bus AKAP

DPRD DKI Jakarta juga meminta agar proses lelang dilakukan secara transparan dan akuntabel, termasuk dengan melibatkan pengawasan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Operator baru nantinya diwajibkan menerapkan sistem parkir berbasis digital agar pendapatan daerah dapat dipantau secara real time,” ujarnya.

DPRD sebelumnya mengungkap potensi pendapatan parkir di kawasan Blok M dapat mencapai lebih dari Rp 3 miliar per bulan atau sekitar Rp 100 juta per hari.

Namun, setoran ke pemerintah daerah diduga tidak mencapai 60 persen dari omzet yang seharusnya.

Bahkan, DPRD menduga terdapat potensi kerugian negara hingga Rp 50 miliar selama 15 tahun masa pengelolaan oleh operator sebelumnya. RBN

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...