Rabu, Mei 13, 2026

Misteri Jenderal Bintang Dua yang Ditolak Hercules Demi Dukungan ke Prabowo

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Sosok “jenderal bintang dua” menjadi misteri setelah Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal, mengaku menolak tawaran uang ratusan miliar rupiah dari perwira tinggi tersebut demi tetap mendukung Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden Indonesia 2024.

Pengakuan itu disampaikan Hercules dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 GRIB Jaya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5).

Ia menyebut, sosok yang mendatanginya merupakan perwakilan dari salah satu partai politik dengan pangkat jenderal bintang dua.

Baca Juga :  Tinjau Perayaan Imlek di Kebayoran Lama, Rano Karno Singgung Tema Keadilan dan Kemiskinan

“Di Pilpres 2024 kemarin, saya didatangi oleh seseorang dari salah satu partai politik. Yang datang itu jenderal bintang dua, menawarkan uang ratusan miliar agar saya tidak mendukung Pak Prabowo,” ujar Hercules.

Menurutnya, tawaran tersebut disampaikan langsung di kediamannya.

Ia menegaskan bahwa nominal uang yang ditawarkan sangat besar dan berpotensi mengubah hidupnya secara finansial dalam sekejap.

Namun demikian, Hercules mengaku menolak tawaran tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung Prabowo, yang menurutnya tidak bisa digoyahkan oleh iming-iming materi.

Baca Juga :  Kejar Target Retribusi, DPRD Jakarta Usul Sasar Pedagang Pasar dan PKL

“Saya bilang, mohon maaf, saya harga mati untuk Pak Prabowo. Beliau harus jadi presiden. Saya mencari uang, tapi uang tidak boleh mengatur saya,” katanya.

Ia juga menilai bahwa menerima tawaran tersebut sama saja dengan mengkhianati prinsip dan loyalitas yang telah ia pegang.

Baginya, integritas lebih penting dibandingkan keuntungan materi.

“Uangnya luar biasa, ratusan miliar. Tapi kalau uang bisa mengatur saya, itu pengkhianatan. Saya tetap pada komitmen dan jati diri saya,” tegasnya.

Baca Juga :  Trotoar di Jalan Wolter Monginsidi jadi Parkir VIP, Begini Imbauan Satpol PP ke Pemilik Restoran

Lebih lanjut, Hercules menyebut GRIB Jaya turut berperan dalam perjalanan politik yang mengantarkan Prabowo hingga ke Istana Negara.

Ia menggambarkan organisasinya sebagai “petarung” yang konsisten memberikan dukungan dalam beberapa kali kontestasi politik.

“Alhamdulillah, GRIB sebagai petarung, empat kali bertarung, kita ikut mengantarkan Bapak Haji Prabowo Subianto ke Istana Negara,” ucapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...

Dana Umat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan, BNI Janji Kembalikan Bertahap

Aliansi.co, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan akan mengembalikan dana umat senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dalam kasus...