Rabu, Juli 22, 2026

Cerita Prabowo Panggil Kepala BPKP dan PPATK Usai Dapat Laporan Soal BGN

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya langsung memanggil sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M. Yusuf Ateh dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, setelah menerima laporan mengenai berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

Prabowo mengatakan langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas laporan yang diterimanya terkait kekurangan, penyimpangan, hingga dugaan penyelewengan dalam program unggulan pemerintah tersebut.

“Saya memanggil BPKP, PPATK, dan beberapa pejabat terkait untuk menindaklanjuti laporan-laporan yang saya terima,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada 12.000 penggerak program MBG di Sentul, Bogor, dilansir dari kanal YouTube Setpres, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Istana Ungkap Alasannya

Menurut Prabowo, temuan-temuan tersebut akhirnya berujung pada keputusan mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Ketiganya kini tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi dalam pelaksanaan program MBG.

Prabowo mengaku keputusan tersebut bukan perkara mudah.

Ia bahkan menyebut dirinya merasa sedih karena harus memberhentikan orang-orang yang selama ini dipercaya menjalankan tugas negara.

“Saya sebetulnya saat ini dalam keadaan sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas negara yang sangat berat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kaesang Pangarep Didapuk Jadi Ketua Umum PSI, Giring Bergeser sebagai Dewan Pembina

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil pemerintah.

Ia mengaku teringat pesan almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, ketika dihadapkan pada situasi sulit.

“Saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, yang pernah mengatakan, ‘Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, berpihaklah selalu kepada rakyatmu’,” tutur Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya integritas dan kompetensi seorang pemimpin dalam menentukan kualitas sebuah organisasi.

Baca Juga :  Panji Gumilang Kantongi 256 Rekening Bank dengan Enam Identitas, Mahfud MD: Mencurigakan

Menurut dia, berbagai persoalan yang muncul dalam suatu lembaga sering kali berakar dari lemahnya kepemimpinan.

“Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi kalau pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” tegasnya.

Meski telah mengambil langkah administratif dengan mengganti pimpinan BGN, Prabowo memilih tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai proses hukum yang sedang berlangsung di Kejaksaan Agung.

Ia menegaskan tidak ingin pernyataannya dianggap sebagai upaya memengaruhi jalannya penyelidikan.

“Saya tidak mau banyak komentar karena mereka menghadapi masalah penyelidikan hukum. Saya tidak boleh banyak berkomentar, nanti seolah-olah saya memengaruhi,” kata Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pengacara Muda Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen, Polisi Ungkap Kronologi

Aliansi.co,Jakarta- Kabar meninggalnya pengacara muda Rocky Martin Napitupulu (28) menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Rocky ditemukan tewas usai diduga terjatuh dari...

Terungkap Kadar Emas 74 Kg yang Disita Polisi dari Rumah Eks Jampidsus, Valas Bagaimana?

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara...

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...