Sabtu, Oktober 17, 2026

Polisi Buru Pelaku Peneror Bom SD di Jaksel, Sosok dan Identitasnya Sudah Dikantongi

WIB

Aliansi.co, Jakarta – Kepolisian masih memburu pelaku peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menggegerkan hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Polisi mengaku telah mengantongi identitas dan sosok terduga pelaku dan kini fokus mengejar pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi teror tersebut.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, penyelidikan terus dikembangkan setelah pesan ancaman bom dikirimkan kepada seorang guru melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga :  Camat-Lurah hingga Polisi Datangi TKP Usai Laporan Teror Bom di SD Srengseng

“Kami sudah mengantongi identitas terduga pelaku peneror dan akan segera melakukan penangkapan,” ujar Nurma, Senin (13/7/2026).

Selain memburu pelaku, polisi juga masih mendalami motif yang melatarbelakangi aksi teror tersebut.

Menurut Nurma, seluruh informasi yang diperoleh penyidik saat ini masih terus dikembangkan.

Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya telah melakukan sterilisasi secara menyeluruh di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.

Baca Juga :  Imbas Main Game Online, Cinta Mega Juga Dicoret dari Daftar Caleg PDIP 2024

Penyisiran dilakukan di setiap sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang guru, halaman sekolah, hingga area taman dan semak-semak untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan maupun bahan peledak.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, akses ke area sekolah ditutup bagi pihak yang tidak berkepentingan.

Hingga proses penyisiran berlangsung, aparat memastikan belum menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, kegiatan MPLS hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15 dihentikan setelah seorang guru menerima pesan ancaman bom dari nomor yang tidak dikenal melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga :  Pj Gubernur Teguh Apresiasi Dinas Kebudayaan Bikin Museum Wayang Berwajah Baru

Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan sekolah dan mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Ancaman tersebut membuat pihak sekolah segera memulangkan seluruh siswa sebagai langkah antisipasi.

Polisi kemudian menerjunkan personel bersama Tim Gegana Brimob untuk melakukan sterilisasi sekaligus menyelidiki asal-usul pesan ancaman tersebut.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...