Sabtu, Oktober 17, 2026

Camat-Lurah hingga Polisi Datangi TKP Usai Laporan Teror Bom di SD Srengseng

WIB

Aliansi.co,Jakarta– Camat Jagakarsa, lurah, hingga aparat kepolisian mendatangi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah muncul laporan ancaman bom pada hari pertama masuk sekolah yang bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Ancaman tersebut sempat membuat seluruh siswa dievakuasi dari lingkungan sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, ancaman bom bermula dari pesan WhatsApp yang dikirim kepada seorang guru kelas 1 dan petugas tata usaha (TU).

Baca Juga :  Targetkan Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Pola Pengelolaan Sampah di Bantargebang

Pesan itu baru diketahui setelah upacara bendera selesai karena saat pesan masuk para guru sedang mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama sekolah.

Nurma Dewi mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan.

Selain personel kepolisian, Camat Jagakarsa dan lurah setempat juga turut hadir ke TKP untuk memantau situasi.

“Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Nurma saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

Baca Juga :  Dua Bulan Bersama, Wali Kota Syafrin Liputo Ungkap Dedikasi hingga Tanggung Jawab Ali Murtadho

Nurma menjelaskan, laporan ancaman bom diterima sekitar pukul 07.30 WIB.

Namun, karena seluruh guru sedang mengikuti upacara, pesan WhatsApp tersebut baru dibaca setelah kegiatan selesai.

“Laporannya 07.30, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya. Kita langsung datang semuanya, camat, lurah. Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, polisi langsung mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan ke luar area sekolah agar proses penyisiran dapat dilakukan dengan aman.

Baca Juga :  Nama Pimpinan DPRD Depok Dicatut Penipuan Modus Lelang Mobil Bekas

“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” tutur Nurma.

Informasi mengenai ancaman bom tersebut juga sempat beredar luas di media sosial.

Salah satunya melalui unggahan akun Instagram Ciganjur yang memperlihatkan sejumlah personel kepolisian berada di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi untuk melakukan pemeriksaan.

Hingga proses sterilisasi berlangsung, aparat memastikan tidak ditemukan benda atau bahan peledak di lingkungan sekolah.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...