Sabtu, September 12, 2026

Kapolri Perintahkan Sikat Praktik Pungli dan Premanisme Pengganggu Investor

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajaran Polri untuk menindak tegas praktik pungutan liar (pungli), premanisme, dan berbagai bentuk kejahatan yang mengganggu kegiatan usaha serta menghambat iklim investasi di Indonesia.

Listyo meminta para pengusaha tidak ragu melaporkan setiap gangguan keamanan yang terjadi di lingkungan perusahaan. Ia menegaskan, setiap laporan harus segera direspons dan ditindaklanjuti kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum.

Penegasan tersebut disampaikan Listyo Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga :  Pemerintah Impor 3,4 Juta Ton Gula, Kemendag Pastikan Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” ujar Listyo, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha.

Kondisi keamanan yang terjaga akan memberikan rasa aman bagi pekerja, memastikan operasional perusahaan berjalan lancar, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang menopang capaian investasi Jawa Barat.

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp31,7 triliun atau 41,29 persen dari total investasi Jawa Barat yang mencapai Rp76,8 triliun.

Baca Juga :  Lampu Rotator Mobil Dinas Polisi Wajib Ditutup Kaca Film! Ini Perintah Kapolri

Listyo memastikan Polri akan terus hadir memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berlangsung aman dan berkelanjutan.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” katanya.

Namun, Listyo mengingatkan bahwa terciptanya iklim investasi yang kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

Baca Juga :  Jokowi Terima Kongres AS di Istana, Bahas Kemitraan Perdagangan Bebas Terbatas

Perusahaan juga harus mematuhi regulasi, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.

Menurutnya, pekerja dan pengusaha merupakan dua unsur yang saling membutuhkan.

Perusahaan membutuhkan dukungan pekerja untuk menjaga kelangsungan produksi, sementara pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat dan berkembang sebagai sumber penghidupan.

Karena itu, ia  mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.

“Perbedaan kepentingan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merugikan pekerja, perusahaan, maupun perekonomian,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...

Karaoke di PIK Jakarta, Mahasiswi Asal Banten Tewas Overdosis Diduga Narkoba

Aliansi.co,Jakarta- Seorang mahasiswi berinisial S asal Serang, Banten, ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/9/2026). Korban diduga...

Modus Live Pornografi Berbayar Terbongkar: Penonton Digiring dari TikTok ke Tevi

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik live streaming berbayar bermuatan pornografi yang memanfaatkan TikTok dan aplikasi Tevi. Dalam praktiknya, penonton lebih...

Kabareskrim Tangguhkan Penanganan Perkara Pidana Terkait Konflik Agraria, Ada Apa?

Aliansi.co,Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menangguhkan sementara penanganan perkara tindak pidana yang berkaitan erat dengan konflik agraria struktural. Kebijakan tersebut diambil sebagai tindak lanjut...

Modus Loker Bodong di Jakarta Timur, Uang Rp1,6 Juta Melayang Usai Interview Kerja

Aliansi.co, Jakarta- Dugaan penipuan berkedok lowongan kerja kembali terjadi di Jakarta Timur. Seorang pelamar kerja bernama Fernando Silalahi mengaku diminta membayar uang jaminan sebesar Rp1,6...