Selasa, Mei 19, 2026

Capres Pemilu 2024, Kader dan Pendukung Tak Rela jika Prabowo Dikhianati Lagi 

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyindir adanya bentuk penghianatan yang kembali dialami Prabowo Subianto jelang Pemilu 2024.

Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, itu tidak menjelaskan pihak -pihak yang melakukan penghianatan terhadap Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Rahayu Saraswati melalui akun Instagram pribadinya @rahayusaraswati, pada Kamis (27/4/2023).

“Wis wayahe.. 2024 Indonesia harus jadi pemenangnya. Beliau paling ikhlas, paling rela… dikorbankan, dikhianati, dikecewakan berulang kali, tapi tak pernah mendendam. Karena semua demi Indonesia,” tulisnya yang dikutip Jumat (28/4/2023).

Baca Juga :  PSI Ajukan 580 Bacaleg DPR, Target Raih 15 Juta Suara Pemilu 2024

Dalam unggahannya, wanita yang akrab disapa Sara itu juga memposting foto Prabowo Subianto dengan menggunakan jas lengkap sedang hormat di depan bendera Merah Putih.

Sara menambahkan lagu Tanah Airku dalam postingan tersebut.

Putri dari abang Prabowo, Hashim Djojohadikusumo itu memastikan jika sang paman tidak akan menggunakan ego pribadinya dalam urusan bangsa.

Namun sebagai keluarga, kader dan para pendukung tidak rela jika Prabowo kembali dikhianati.

Baca Juga :  Undang Datang ke Hambalang, Prabowo Minta Mahfud MD Mengisi Tausiah

“Bukan ego beliau yang tak bisa berkompromi. Itu sudah terbukti. Ego kami pendukungnya lah yang tak rela melupakan perjuangannya, pengorbanannya, dan semangatnya,” ujarnya.

Perjanjian Batu Tulis

Sebagai informasi, Prabowo Subianto memang beberapa kali dikecewakan oleh kolega politiknya.

Saat Pemilu 2014 lalu, Prabowo merasa dikhianati oleh PDIP soal dukungan di Pilpres.

Sebab pada saat itu PDIP akhirnya memilih dan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres dan berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) di 2014.

Baca Juga :  Survei Terbaru LSI, Pasangan Prabowo-Airlangga Selalu Unggul dari Anies-AHY

Padahal sebelumnya, Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah membuat kesepakatan dalam sebuah perjanjian di Batu Tulis, Bogor.

Dalam perjanjian Batu Tulis, PDIP disebut akan mendukung Prabowo Subianto pada Pemilu berikutnya yakni di 2014.

Peristiwa Baru Tulis hampir sama dengan peristiwa pencapresan beberapa waktu lalu.

Setelah Prabowo mendeklarasikan menjadi Capres, PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres pada Pemilu 2024.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...