Sabtu, Oktober 3, 2026

Capres Pemilu 2024, Kader dan Pendukung Tak Rela jika Prabowo Dikhianati Lagi 

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyindir adanya bentuk penghianatan yang kembali dialami Prabowo Subianto jelang Pemilu 2024.

Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, itu tidak menjelaskan pihak -pihak yang melakukan penghianatan terhadap Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Rahayu Saraswati melalui akun Instagram pribadinya @rahayusaraswati, pada Kamis (27/4/2023).

“Wis wayahe.. 2024 Indonesia harus jadi pemenangnya. Beliau paling ikhlas, paling rela… dikorbankan, dikhianati, dikecewakan berulang kali, tapi tak pernah mendendam. Karena semua demi Indonesia,” tulisnya yang dikutip Jumat (28/4/2023).

Baca Juga :  Selain Silaturahmi Lebaran, Prabowo Ungkap Tujuan Pertemuannya dengan Jokowi di Solo

Dalam unggahannya, wanita yang akrab disapa Sara itu juga memposting foto Prabowo Subianto dengan menggunakan jas lengkap sedang hormat di depan bendera Merah Putih.

Sara menambahkan lagu Tanah Airku dalam postingan tersebut.

Putri dari abang Prabowo, Hashim Djojohadikusumo itu memastikan jika sang paman tidak akan menggunakan ego pribadinya dalam urusan bangsa.

Namun sebagai keluarga, kader dan para pendukung tidak rela jika Prabowo kembali dikhianati.

Baca Juga :  Viral Caleg Nyaru Nelayan Tolak Makan Siang Gratis, Prabowo: Dia Harusnya Bintang Sinetron

“Bukan ego beliau yang tak bisa berkompromi. Itu sudah terbukti. Ego kami pendukungnya lah yang tak rela melupakan perjuangannya, pengorbanannya, dan semangatnya,” ujarnya.

Perjanjian Batu Tulis

Sebagai informasi, Prabowo Subianto memang beberapa kali dikecewakan oleh kolega politiknya.

Saat Pemilu 2014 lalu, Prabowo merasa dikhianati oleh PDIP soal dukungan di Pilpres.

Sebab pada saat itu PDIP akhirnya memilih dan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres dan berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) di 2014.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Menang Telak di TPS Kampung Halaman di Minahasa

Padahal sebelumnya, Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah membuat kesepakatan dalam sebuah perjanjian di Batu Tulis, Bogor.

Dalam perjanjian Batu Tulis, PDIP disebut akan mendukung Prabowo Subianto pada Pemilu berikutnya yakni di 2014.

Peristiwa Baru Tulis hampir sama dengan peristiwa pencapresan beberapa waktu lalu.

Setelah Prabowo mendeklarasikan menjadi Capres, PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres pada Pemilu 2024.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...