Sabtu, Oktober 3, 2026

Cerita Tio Pakusadewo Soal Buruknya Kualitas Makanan di Lapas Dibenarkan Pensiunan Sipir

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Pengakuan aktor Tio Pakusadewo atas buruknya kualitas makanan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) di dalam Rutan dan Lapas, bukan isapan jempol.

AB (61) pensiunan sipir, membenarkan buruknya kualitas makanan di Rutan dan Lapas.

Bahkan, makanan untuk WBP tersebut jauh dari kata layak baik dari segi rasa maupun gizi.

Baca Juga :  Uang Hasil Pemerasan Izin Tinggal WNA Ditransfer Setiap Jumat, Jatah Pejabat Tinggi Imipas Berkode Malaikat-Vokalis

Menurut AB, kualitas nasi yang disajikan untuk para WBP atau biasa disebut nasi cadong tak ubahnya seperti butiran kapur karena teksturnya keras.

“Sudah kayak kapur, enggak enak dimakan. Rasanya sudah enggak karuan, rasanya hambar,” kata AB saat ditemui di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (11/5/2023).

Buruknya kualitas nasi, banyak WBP yang terpaksa harus merogoh kantong untuk membeli makanan di kantin Rutan ataupun Lapas meski harganya dua kali lipat dari harga pada umumnya.

Baca Juga :  Hirup Udara Bebas, Tio Pakusadewo Bongkar Siasat Pengiriman Narkoba ke Dalam Lapas

Kantin yang dimaksud tak lain adalah milik yayasan anak Menteri yang disebut Tio Pakusadewo pada konten Uya Kuya.

Kantin ini memonopoli seluruh bisnis makanan, minuman, hingga alat-alat kebutuhan sehari-hari bagi WBP di masing-masing Rutan dan Lapas.

“Napi narkoba, tipikor (Tindak pidana korupsi) mana mau makan seperti itu, mereka beli. Kalau mau makan enak kayak di luar harus keluar duit,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral Pria Bercelana Ormas Ngamuk dan Bubarkan Marching Band Anak TK Pamulang

Menurut AB, kualitas nasi di Rutan dan Lapas memang buruk sebagai siasat agar sulit dicerna.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...