Senin, April 20, 2026

Hubungkan Antar Kampung, Sudin Perumahan Jaksel Bangun 9 Jembatan Antik

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan masih terus melakukan penataan terhadap kampung kumuh di wilayahnya.

Penataan kampung kumuh salah satunya dengan membangun sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas warga.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sebanyak  90 RW yang dianggap kumuh di Jakarta Selatan

Karena itu, Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan membangun 9 jembatan antar kampung (JAK) sebagai akses pejalan kaki.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Bakal Sanksi Tempat Hiburan yang Ganggu Bulan Suci Ramadan di Jakarta

Kepala Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan Imam Bahri menerangkan pembangunan 9 JAK tersebut dilakukan pada semester akhir 2023 lalu.

Jembatan dibangun di 7 lokasi yang merupakan kawasan kategori RW kumuh.

Pembangunan 9 jembatan antik ini menelan anggaran Rp1 miliar.

“Pembangunan JAK kami lakukan di 7 lokasi kampung kumuh, ini usulan pengajuan Musrenbang tahun sebelumnya,” kata Imam Bahri saat dihubungi, Rabu (6/3/2024).

Menurut Imam, jembatan antik tersebut memiliki lebar antara 2-3 meter.

Baca Juga :  Satpol PP Jaksel Sikat Penjual Miras Ilegal, Ratusan Botol Minol Diamankan

Adapun bentangan jembatan menyesuaikan eksisting lebar badan kali.

Imam menambahkan, pembangunan dilakukan sebagai upaya mewujudkan aspirasi masyarakat, karena jembatan tersebut menghubungkan antar kampung yang merupakan jalan alternatif bagi masyarakat.

“Kami buat tidak besar, hanya untuk jalan orang, dan juga sepeda yang bisa melewati. Meski begitu manfaatnya sangat besar, karena menghubungkan beberapa titik seperti pasar, rumah warga, dan titik evakuasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Cakung, Satu Pelaku Diduga ODGJ

Salah seorang warga RT 12/RW 04, Kelurahan Bangka, Maya, menuturkan, pembangunan JAK sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga warga sekitar.

Karena sebelumnya, hanya ada jembatan kayu yang digunakan, dan berpotensi membahayakan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jakarta Selatan yang telah membangun jembatan ini. Alhamdulillah tidak ada rasa takut lagi untuk lewat jembatan, karena sudah dibangun lebih bagus dan antik,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Dana Umat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan, BNI Janji Kembalikan Bertahap

Aliansi.co, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan akan mengembalikan dana umat senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dalam kasus...

Ombudsman Angkat Bicara, Singgung Asas Praduga Tak Bersalah terhadap Kasus Hery Susanto

Aliansi.co,Jakarta- Ombudsman RI angkat bicara menyikapi kasus hukum yang menjerat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto Ombudsman menyinggung pentingnya asas praduga tak bersalah dan tetap berkomitmen...

Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel, Bermula dari Keberatan Bayar PNBP 

Aliansi.co,Jakarta- Tim penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto (HS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel di...

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...