Sabtu, Oktober 17, 2026

Hubungkan Antar Kampung, Sudin Perumahan Jaksel Bangun 9 Jembatan Antik

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan masih terus melakukan penataan terhadap kampung kumuh di wilayahnya.

Penataan kampung kumuh salah satunya dengan membangun sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas warga.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sebanyak  90 RW yang dianggap kumuh di Jakarta Selatan

Karena itu, Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan membangun 9 jembatan antar kampung (JAK) sebagai akses pejalan kaki.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Resmikan Jembatan Antar Kampung: Saya Beri Nama JAK Pulpen

Kepala Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan Imam Bahri menerangkan pembangunan 9 JAK tersebut dilakukan pada semester akhir 2023 lalu.

Jembatan dibangun di 7 lokasi yang merupakan kawasan kategori RW kumuh.

Pembangunan 9 jembatan antik ini menelan anggaran Rp1 miliar.

“Pembangunan JAK kami lakukan di 7 lokasi kampung kumuh, ini usulan pengajuan Musrenbang tahun sebelumnya,” kata Imam Bahri saat dihubungi, Rabu (6/3/2024).

Menurut Imam, jembatan antik tersebut memiliki lebar antara 2-3 meter.

Baca Juga :  Kisah Heboh Azas Tigor Nainggolan, Ketua LSM yang Ditunjuk Heru Budi jadi Komisaris LRT Jakarta

Adapun bentangan jembatan menyesuaikan eksisting lebar badan kali.

Imam menambahkan, pembangunan dilakukan sebagai upaya mewujudkan aspirasi masyarakat, karena jembatan tersebut menghubungkan antar kampung yang merupakan jalan alternatif bagi masyarakat.

“Kami buat tidak besar, hanya untuk jalan orang, dan juga sepeda yang bisa melewati. Meski begitu manfaatnya sangat besar, karena menghubungkan beberapa titik seperti pasar, rumah warga, dan titik evakuasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Masa Tenang Pemilu, Pemkot Jaksel Sisir APK di Jalan Protokol

Salah seorang warga RT 12/RW 04, Kelurahan Bangka, Maya, menuturkan, pembangunan JAK sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga warga sekitar.

Karena sebelumnya, hanya ada jembatan kayu yang digunakan, dan berpotensi membahayakan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jakarta Selatan yang telah membangun jembatan ini. Alhamdulillah tidak ada rasa takut lagi untuk lewat jembatan, karena sudah dibangun lebih bagus dan antik,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...