Sabtu, Oktober 17, 2026

Agak Laen, Rupanya Ini Penyebab Hujan Lebat di Tengah Kemarau Jakarta

WIB

Aliansi.co, Jakarta- BMKG mengugkap adanya anomali cuaca di wilayah Jakarta Selatan, Depok hingga Kabupaten Bogor pada awal Juli 2024.

Hujan lebat di tengah musim kemarau kali ini disebut agak laen dari biasanya.

Pengamat Prakiraan Cuaca BMKG Nanda Alfuadi mengatakan fenomena hujan dengan intensitas tinggi pada awal Juli 2024 merupakan anomali cuaca.

“Bulan Juli umumnya sudah memasuki puncak kemarau. Namun, hujan dengan intensitas tinggi justru terjadi, ” kata Nanda dalam acara Berdiskusi Kota dengan Wartawan (Berkawan) di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Lebat, BPBD DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

“Karena jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) belum mencapai 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya,” sambungnya.

Anomali tersebut diungkapkan Nanda disebabkan sejumlah faktor.

Di antaranya hembusan arah angin pada tanggal 6 Juli 2024 dominan dari arah utara menuju wilayah Jabodetabek.

Angin hangat dari arah pesisir kemudian bertemu dengan angin dingin dari arah Bogor, Jawa Barat.

Awan hujan yang terbawa angin itu kemudian tertahan di wilayah Jakarta Selatan, Depok dan Bogor.

“Curah hujan masuk kategori tinggi, sekitar 200 mm. Hujan lokal yang terjadi serentak di wilayah selatan Jakarta membuat volume sungai meningkat,” ungkap Nanda.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Ungkap Penyebab SDN Kebayoran Lama Roboh: Beberapa Kali Renovasi, Tetapi...

“Itu yang menyebabkan banjir di 30 wilayah DKI Jakarta, di mana 28 titik ada di Jakarta Selatan,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, dirinya mengimbau kepada warga Jakarta untuk mewaspadai perubahan cuaca saat ini.

“Untuk cuaca sepekan ke depan masih aman, diprediksi cerah berawan, kecuali Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pemerliharaan SDA Jakarta Selatan, Junjung menyampaikan pihaknya telah melakukan pencegahan banjir.

Di antaranya pembangunan embung, pengerukan kali hingga revitalisasi saluran air.

“Pencegahan banjir di Cipulir salah satunya pembangunan jacking, instalasi ini untuk mengatasi banjir di kawasan Seskoal hingga Cipulir,” ungkap Junjung.

Baca Juga :  Pantau Fasilitas Pengendali Banjir, Wali Kota Anwar Gowes Tiga Kecamatan

“Atas pembangunan yang masih dalam proses ini, kami meminta maaf karena adanya penyempitan jalan yang menyebabkan kemacetan,” tambahnya.

Diketahui sejumlah wilayah Jakarta Selatan dikepung air saat terjadi hujan lebat pada Sabtu (6/7/2024) lalu.

Salah satunya terjadi di Jalan Ciledug Raya, tepatnya depan Komplek Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama.

Ketinggian air di jalan yang menghubungkan Jakarta-Tangerang itu mencapai 50 cm.

Akses jalan terputus, kemacetan pun mengular sekira 2 kilometer hingga Pasar Kebayoran Lama.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...