Sabtu, Oktober 3, 2026

Wali Kota Jaksel Pastikan Warga Korban Kebakaran Manggarai Gratis Tempati Rusun Pasar Rumput

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin memastikan warga korban kebakaran yang direlokasi ke rumah susun (Rusun) Pasar Rumput tidak dipungut biaya alias gratis.

Diketahui, Pemkot Jakarta Selatan merelokasi 44 Kepala Keluarga (KK) atau 189 jiwa yang terdampak kebakaran di Jalan Sahardjo, Manggarai, Jakarta Selatan ke tempat pengungsian sementara, Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

Munjirin turun langsung mengantarkan relokasi warga ke Rusun Pasar Rumput, pada Jumat (16/8/2024) siang.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI, ASN Pemkot Jaksel Ramaikan Turnamen Bulutangkis Wali Kota Cup

“Saya pastikan warga yang direlokasi ke Rusun Pasar Rumput gratis dan tak dipungut biaya sepeser pun,” kata Munjirin, Jumat.

Munjirin mengatakan, relokasi dilakukan agar warga terdampak kebakaran mendapatkan tempat tinggal sementara yang baik.

Pasca kebakaran, tak sedikit warga yang masih tidur di luar tenda-tenda pengungsian yang telah disiapkan di 5 titik lokasi.

Munjirin mengatakan, proses relokasi ke rusun akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Mulai Dibangun, Wali Kota Jaksel Letakkan Batu Pertama

“Hari ini yang saya antar itu kloter pertama, selanjutnya kloter dua sedang kita siapkan,” ujarnya.

Warga yang direlokasi diantarkan menggunakan bus sekolah.

Sebagian warga membawa barang bawaan yang tersisa dan juga pakaian yang didapatkan dari bantuan.

Munjirin menjelaskan, relokasi agar warga terdampak, khususnya lansia dan anak-anak bisa mendapatkan tempat sementara yang layak.

“Jadi, kita telah kerjasama untuk menangani relokasi warga yang mengungsi disana, kita carikan tempat terbaik di rusun,” ujar Munjirin.

Baca Juga :  JHM Diikuti 9.700 Pelari, Pj Gubernur DKI Semangat Gelar Lari Maraton Lagi

Munjirin juga meminta kepada warga yang direlokasi ke Rusun Pasar Rumput untuk membantu menerangkan dan mensosialisasikan pada warga lainnya atas informasi yang simpang siur.

“Pasti banyak pertanyaan, bapak ibu bayar enggak? Saya tegaskan pada awal ini tidak bayar, tapi beda cerita kalau waktu tertentu bapak-ibu merasa betah tak mau pindah,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...