Kamis, Juli 16, 2026

Anies Ungkap Asap dari PLTU Salah Satu Biang Polusi Udara di Jakarta

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Anies Baswedan mengungkap penyebab polusi udara yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Anies menyebut asap atau polutan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), salah satu biang masalah terjadinya polusi udara.

“Sesungguhnya yang terjadi, selain polutan dari dalam aktivitas dalam kota, juga polutan yang diakibatkan dari kegiatan di luar kota Jakarta. Apa itu? Banyak pembangkit listrik tenaga uap yang kemudian cerobongnya menghasilkan polutan,” kata Anies Baswedan usai menghadiri acara relawan di Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023) malam.

Baca Juga :  Empat Arahan Jokowi Atasi Polusi Udara di Jabodetabek, Dorong WFH hingga Rekayasa Cuaca

Anies mengatakan polutan dari PLTU tidak hanya terbawa angin ke Jakarta,

Polutan tersebut juga mengarah ke Lampung dan Banten, namun tidak ada sensor yang mendeteksinya.

“Angin bergerak ke Lampung, bergerak ke Banten, di sana nggak ada sensor, jadi tidak muncul menjadi problem. Ketika arah anginnya bergerak ke arah Jakarta, maka dia tertangkap oleh sensor,” terangnya.

“Kalau Anda perhatikan polusi udara ada hari-hari di mana polusi itu tinggi sekali, ada hari-hari polusi tidak tinggi, karena aktivitas di Jakartanya sama setiap hari,” sambungnya.

Baca Juga :  Bertemu Presiden Tanzania, Jokowi Sampaikan Komitmen Kerja Sama Dagang hingga Investasi

Karena itu, Anies memberikan solusi agar di seluruh Indonesia dipasang alat pengukur kualitas udara.

Menurut Anies, harga sensor pendeteksi polusi udara tidak mahal.

Selain itu, Anies meminta secara serius transisi pembangkit energi tak terbarukan menuju energi terbarukan.

Solusi Anies selanjutnya adalah penggunaan fasilitas umum yang berbasis listrik.

“Lalu memperbanyak paru-paru kota di semua wilayah perkotaan. Itu contoh road map yang bisa kita kerjakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Polri Terapkan One Way saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2023, Ini Tanggal dan Lokasinya

Seebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan polusi di Jakarta dan sekitarnya bukan berasal dari PLTU Suralaya di Cilegon, Banten.

Siti Nurbaya mengklaim bahwa uap PLTU justru bergerak ke arah Selat Sunda.

“Hasil analisis uapnya itu dia bergeraknya tidak ke arah Jakarta tapi bergerak ke arah Selat Sunda dan itu ditopang oleh arah angin yang menurut data BMKG,” kata Siti usai ratas di Istana Negara, Senin (14/8/2023).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...

“Video Call Bokap Lu”, Bang Jago Pengendara Ninja Ditangkap Polisi

Aliansi.co,Jakarta- Pengendara Kawasaki Ninja RR yang viral karena melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor lain di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya...