Kamis, April 16, 2026

Apel di Bantaran Ciliwung, Pramono Lihat Petugas yang Menggigil usai Berjibaku Tangani Banjir

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin apel siaga banjir di bantaran Kali Ciliwung, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025) pagi.

Dalam kesempatan itu, Pramono melihat banyak petugas pasukan penanganan banjir yang menggigil usai berjibaku menangani luapan banjir Kali Ciliwung.

Dalam sambutannya, Pramono Anung awalnya mengapresiasi kerja keras petugas lapangan dalam menangani banjir di Jakarta Selatan.

Pramono mengatakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana adalah petugas pasukan oranye, biru dan hijau.

Baca Juga :  Pramono Dorong Jajaran Kerja Transparan, Berharap Raih WTP dari BPK

“Untuk itu secara khusus saya ingin berterima kasih karena saudara-saudara sekalian adalah orang di garis terdepan untuk menangani persoalan ini,” kata Pramono saat memimpin apel banjir di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).

“Saya betul-betul mengharapkan saudara tetap bekerja keras, bekerja dengan hati, bekerja dengan sungguh-sungguh di bidangnya masing-masing untuk menangani banjir ini,” sambungnya.

Pramono mengaku banyak kondisi fisik para petugas yang tampak kelelahan akibat bekerja seharian di tengah cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Pemprov Jakarta Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2025, Berikut Jadwal dan Syaratnya

Menurutnya, dedikasi mereka patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi warga Jakarta.

“Tadi saya lihat banyak yang masih menggigil karena pasti bekerja seharian, terutama juga pasukan oren, pasukan biru, pasukan ijo, Pasukan Pelangi dan semua yang hadir di tempat ini. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Pramono menyebut, kerja tim lintas dinas menjadi kunci penting dalam mengendalikan dampak banjir di Jakarta.

Ia menekankan perlunya kerja keras, ketulusan, dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan banjir yang rutin melanda Jakarta.

Baca Juga :  Setelah 27 Tahun Mengabdi, Nasib Petugas Parkir Bona Indah Kini Terancam

Pramono mengatakan, banjir bukan sesuatu yang bisa dilawan sepenuhnya, melainkan tantangan yang harus dikelola dengan pendekatan yang tepat.

“Banjir itu tidak bisa kita lawan, karena ini bagian dari siklus alam. Tapi banjir bisa kita kelola dengan perencanaan yang matang, infrastruktur yang baik, dan yang paling penting, kerja keras dari saudara-saudara semua di lapangan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...