Senin, Juni 1, 2026

Apel di Bantaran Ciliwung, Pramono Lihat Petugas yang Menggigil usai Berjibaku Tangani Banjir

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin apel siaga banjir di bantaran Kali Ciliwung, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025) pagi.

Dalam kesempatan itu, Pramono melihat banyak petugas pasukan penanganan banjir yang menggigil usai berjibaku menangani luapan banjir Kali Ciliwung.

Dalam sambutannya, Pramono Anung awalnya mengapresiasi kerja keras petugas lapangan dalam menangani banjir di Jakarta Selatan.

Pramono mengatakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana adalah petugas pasukan oranye, biru dan hijau.

Baca Juga :  Selain Wali Kota dan Bupati, Pramono Segera Ganti Puluhan Pejabat Eselon di Jakarta 

“Untuk itu secara khusus saya ingin berterima kasih karena saudara-saudara sekalian adalah orang di garis terdepan untuk menangani persoalan ini,” kata Pramono saat memimpin apel banjir di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).

“Saya betul-betul mengharapkan saudara tetap bekerja keras, bekerja dengan hati, bekerja dengan sungguh-sungguh di bidangnya masing-masing untuk menangani banjir ini,” sambungnya.

Pramono mengaku banyak kondisi fisik para petugas yang tampak kelelahan akibat bekerja seharian di tengah cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Telan Anggaran Rp 382 Miliar, Rano Karno Minta Rusunawa Jagakarsa Dilengkapi Wifi

Menurutnya, dedikasi mereka patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi warga Jakarta.

“Tadi saya lihat banyak yang masih menggigil karena pasti bekerja seharian, terutama juga pasukan oren, pasukan biru, pasukan ijo, Pasukan Pelangi dan semua yang hadir di tempat ini. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Pramono menyebut, kerja tim lintas dinas menjadi kunci penting dalam mengendalikan dampak banjir di Jakarta.

Ia menekankan perlunya kerja keras, ketulusan, dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan banjir yang rutin melanda Jakarta.

Baca Juga :  Cek Mitigasi Banjir SDA, Wali Kota Munjirin Bersepeda Tinjau Pengerukan Kali Sunter

Pramono mengatakan, banjir bukan sesuatu yang bisa dilawan sepenuhnya, melainkan tantangan yang harus dikelola dengan pendekatan yang tepat.

“Banjir itu tidak bisa kita lawan, karena ini bagian dari siklus alam. Tapi banjir bisa kita kelola dengan perencanaan yang matang, infrastruktur yang baik, dan yang paling penting, kerja keras dari saudara-saudara semua di lapangan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...