Aliansi.co,Jakarta- Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Arianto Condrowibowo terjun langsung dalam kegiatan pemberantasan ikan sapu-sapu di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dan para siswa Seskoal.
Dari aksi pembersihan itu, terkumpul sekitar 547 kilogram ikan sapu-sapu yang diangkat dari perairan Setu Babakan.
Tidak hanya melakukan pembersihan, kegiatan ini juga diisi dengan penebaran 10.000 ekor benih ikan tawes dan nilem di danau tersebut sebagai upaya pemulihan ekosistem perairan.
Selain itu, bantuan sosial berupa paket sembako turut diberikan kepada 100 orang penyedia jasa layanan perorangan (PJLP) yang bertugas di kawasan Setu Babakan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan M Anwar, Wakil Wali Kota Ali Murthadho, Ketua PKK Jakarta Selatan Diah Anwar, serta Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Ferry Supriady.
Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar menyampaikan, pembersihan Setu Babakan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan di wilayah hulu Jakarta.
“Jadi tempat ini (Danau Setu Babakan) merupakan hulunya kota Jakarta, ketika kita bersihkan, insya Allah hilirnya akan bersih. Dua minggu lalu kami sudah melakukan pembersihan dan pemusnahan ikan sapu-sapu, kurang lebih 5,3 ton dan di seluruh Kota Jakarta Selatan kurang lebih hasilnya 11 ton,” kata Anwar dalam keterangannya, dikutip Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies yang tidak memiliki manfaat bagi ekosistem perairan lokal karena bersifat invasif dan dapat memangsa telur ikan lain sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan.
“Ikan sapu-sapu ini tidak ada manfaatnya, karena memakan telur dari ikan lokal sehingga memicu ketidakseimbangan ekosistem. Setu Babakan sebagai kawasan cagar budaya Betawi memiliki fungsi yang strategis salah satunya adalah sebagai resapan air dan pengendali banjir,” ujarnya.
Anwar juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Seskoal yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Oleh karena menjaga keseimbangan ekosistem dari kawasan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, saya berikan apresiasi kepada Seskoal yang sudah mau bergabung di sini,” tandasnya.
Sementara itu, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arianto Condrowibowo menegaskan, keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial TNI AL dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Seskoal sebagai salah satu komponen masyarakat memiliki tugas dan tanggung jawab ikut membersihkan dan melestarikan lingkungan, salah satunya dengan membersihkan ikan sapu-sapu,” kata Arianto.
Ia menambahkan, Setu Babakan memiliki nilai penting tidak hanya sebagai ekosistem perairan, tetapi juga sebagai ikon budaya Betawi yang harus dijaga bersama.
“Kenapa di tempat ini, karena tempat ini merupakan salah satu ikon di Jakarta Selatan, juga merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan dan juga merupakan ekosistem yang harus kita jaga,” ujarnya.
