Selasa, September 1, 2026

Polisi Buru Pelaku Peneror Bom SD di Jaksel, Sosok dan Identitasnya Sudah Dikantongi

WIB

Aliansi.co, Jakarta – Kepolisian masih memburu pelaku peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menggegerkan hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Polisi mengaku telah mengantongi identitas dan sosok terduga pelaku dan kini fokus mengejar pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi teror tersebut.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, penyelidikan terus dikembangkan setelah pesan ancaman bom dikirimkan kepada seorang guru melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga :  Jelang KTT Asean, Mobil Khusus Penyisir Sampah Dikerahkan di Area Ring Satu

“Kami sudah mengantongi identitas terduga pelaku peneror dan akan segera melakukan penangkapan,” ujar Nurma, Senin (13/7/2026).

Selain memburu pelaku, polisi juga masih mendalami motif yang melatarbelakangi aksi teror tersebut.

Menurut Nurma, seluruh informasi yang diperoleh penyidik saat ini masih terus dikembangkan.

Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya telah melakukan sterilisasi secara menyeluruh di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Apresiasi Silaturahmi ASN Umat Kristiani Lewat Perayaan Natal 2024

Penyisiran dilakukan di setiap sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang guru, halaman sekolah, hingga area taman dan semak-semak untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan maupun bahan peledak.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, akses ke area sekolah ditutup bagi pihak yang tidak berkepentingan.

Hingga proses penyisiran berlangsung, aparat memastikan belum menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, kegiatan MPLS hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15 dihentikan setelah seorang guru menerima pesan ancaman bom dari nomor yang tidak dikenal melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga :  Nasi Box Ludes di Halalbihalal Pemprov DKI, Pramono: Lebih dari 2.000 ASN Hadir

Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan sekolah dan mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Ancaman tersebut membuat pihak sekolah segera memulangkan seluruh siswa sebagai langkah antisipasi.

Polisi kemudian menerjunkan personel bersama Tim Gegana Brimob untuk melakukan sterilisasi sekaligus menyelidiki asal-usul pesan ancaman tersebut.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...