“Kakak saya terus pernah ngomong sebelumnya dapat kiriman surat, katanya saya tidak mau menemui orang pajak padahal posisi saya di Jakarta. Jadi kakak saya dianggap menyembunyikan saya,” kata dia.
“Padahal saya live di TV setiap hari, harusnya kan tahu, bisa dipantau dan dicek, tapi kita dapat surat seperti itu, dianggap tidak mau menemui,” ungkapnya.
Soimah pun merasa dirinya tidak diperlakukan secara manusiawi. Padahal harta kekayaan yang dimilikinya tersebut buah dari jerih payahnya sendiri.
“Saya itu kerja hasil dari jerih payah, proses yang panjang, keringat saya sendiri. Bukan hasil maling, bukan hasil korupsi. Kok saya diperlakukan seperti saya ini bajingan dan koruptor,” kata Soimah kesal.
Kemenkeu Tanggapi Cerita Soimah
Juru Bicara Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo mengaku langsung menghubungi petugas pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bantul untuk melakukan konfirmasi atas keluhan yang diungkap Soimah.
“Saya pun sudah mendengarkan rekaman percakapan Soimah dan juga chat WA dengan petugas pajak. Duh.. saya malah kagum dengan kesabaran dan kesantunan pegawai KPP Bantul ini,” kata Pras dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (8/4).
