Selasa, Mei 19, 2026

Cerita Timwas Haji DPR Saweran Sewa Bus karena Jemaah Banyak Terlantar di Muzdalifah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Anggota Timwas Haji DPR yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI John Kennedy Azis mengaku ikut menyawer membayar sewa bus untuk mengangkut jemaah haji Indonesia yang belum diantar dari Muzdalifah ke Mina sampai pukul 14.00 waktu Arab Saudi.

Saweran sewa bus itu, saat John Kennedy mengunjungi maktab 54 kloter 02, jemaah haji yang berasal dari Kabupaten/Kota Pariaman dan Kota Padang.

Diceritakan, awalnya politisi Partai Golkar ini melihat banyak jemaah haji Indonesia yang terlantar di Muzdalifah.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Serukan Komitmen Solusi Dua Negara di PBB

Saat itu salah satu jemaah haji asal Padang Pariaman melakukan inisiatif untuk menyewa bus yang terparkir dekat lokasi pemondokan jemaah.

Hal itu dilakukan karena jemaah sudah tidak kuat dengan cuaca terik panas yang mencapai 43 derajat celcius.

Karena bus yang disewa tersebut harus dibayar, akhirnya para jemaah haji patungan masing-masing sekitar 50 Riyal per orang.

Baca Juga :  Darurat Katering Haji Heboh di Twitter, Kemenag Sebut Cuitan Legislator PKS Fitnah dan Hoaks

“Saya ikut saweran, saya kasih uang riyal semuanya yang ada di dompet. Mudah-mudahan uang riyal saya bisa bermanfaat membantu sebagai pengganti uang dari para jemaah haji kemarin,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya diterima, Sabtu (1/7/2023).

Dalam kesempatan yang sama, jemaah haji asal Kabupaten Pariaman, Yunasman menyampaikan saweran sewa bus agar jemaah cepat kembali ke pemondokan.

Ia bercerita inisiatif tersebut dilakukan lantaran cuma ada dua bus jemputan milik Petugas Penyelegara Ibadah Haji (PPIH)

Baca Juga :  One Way Arus Balik Lebaran Dihentikan, Lalin Tol Kalikangkung-Cipali Kembali Normal

“Nah, kami yang paling terakhir, udah jam 15.00 waktu Saudi panas, terik banyak yang sudah tidak kuat,” ujarYunasman.

Ia menambahkan, saat ada bus yang berhenti, ia lalu meminta tolong untuk mengantar pulang.

Namun, menurutnya, supir bus tersebut meminta syarat untuk dibayar.

“Akhirnya kami patungan per orang 50 Riyal, yang penting bisa berangkat dari Muzdalifah,” kata Yunasman.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...