Sabtu, Oktober 3, 2026

Cerita Timwas Haji DPR Saweran Sewa Bus karena Jemaah Banyak Terlantar di Muzdalifah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Anggota Timwas Haji DPR yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI John Kennedy Azis mengaku ikut menyawer membayar sewa bus untuk mengangkut jemaah haji Indonesia yang belum diantar dari Muzdalifah ke Mina sampai pukul 14.00 waktu Arab Saudi.

Saweran sewa bus itu, saat John Kennedy mengunjungi maktab 54 kloter 02, jemaah haji yang berasal dari Kabupaten/Kota Pariaman dan Kota Padang.

Diceritakan, awalnya politisi Partai Golkar ini melihat banyak jemaah haji Indonesia yang terlantar di Muzdalifah.

Baca Juga :  PAN dan Golkar Resmi Merapat, Prabowo Pastikan Jokowi Tidak Ikut Campur

Saat itu salah satu jemaah haji asal Padang Pariaman melakukan inisiatif untuk menyewa bus yang terparkir dekat lokasi pemondokan jemaah.

Hal itu dilakukan karena jemaah sudah tidak kuat dengan cuaca terik panas yang mencapai 43 derajat celcius.

Karena bus yang disewa tersebut harus dibayar, akhirnya para jemaah haji patungan masing-masing sekitar 50 Riyal per orang.

Baca Juga :  Penerbangan Jemaah Haji Sering Molor, Kemenag Sentil Garuda Indonesia

“Saya ikut saweran, saya kasih uang riyal semuanya yang ada di dompet. Mudah-mudahan uang riyal saya bisa bermanfaat membantu sebagai pengganti uang dari para jemaah haji kemarin,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya diterima, Sabtu (1/7/2023).

Dalam kesempatan yang sama, jemaah haji asal Kabupaten Pariaman, Yunasman menyampaikan saweran sewa bus agar jemaah cepat kembali ke pemondokan.

Ia bercerita inisiatif tersebut dilakukan lantaran cuma ada dua bus jemputan milik Petugas Penyelegara Ibadah Haji (PPIH)

Baca Juga :  Jokowi Teken Keppres Libur Nasional, Nomenklatur Isa Almasih Berubah jadi Yesus Kristus

“Nah, kami yang paling terakhir, udah jam 15.00 waktu Saudi panas, terik banyak yang sudah tidak kuat,” ujarYunasman.

Ia menambahkan, saat ada bus yang berhenti, ia lalu meminta tolong untuk mengantar pulang.

Namun, menurutnya, supir bus tersebut meminta syarat untuk dibayar.

“Akhirnya kami patungan per orang 50 Riyal, yang penting bisa berangkat dari Muzdalifah,” kata Yunasman.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...