Kamis, April 16, 2026

Cerita Tio Pakusadewo Soal Buruknya Kualitas Makanan di Lapas Dibenarkan Pensiunan Sipir

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Pengakuan aktor Tio Pakusadewo atas buruknya kualitas makanan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) di dalam Rutan dan Lapas, bukan isapan jempol.

AB (61) pensiunan sipir, membenarkan buruknya kualitas makanan di Rutan dan Lapas.

Bahkan, makanan untuk WBP tersebut jauh dari kata layak baik dari segi rasa maupun gizi.

Baca Juga :  Bukan Orang Sembarangan, KPK Ungkap 4 Sosok yang Terjaring OTT Kalsel

Menurut AB, kualitas nasi yang disajikan untuk para WBP atau biasa disebut nasi cadong tak ubahnya seperti butiran kapur karena teksturnya keras.

“Sudah kayak kapur, enggak enak dimakan. Rasanya sudah enggak karuan, rasanya hambar,” kata AB saat ditemui di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (11/5/2023).

Buruknya kualitas nasi, banyak WBP yang terpaksa harus merogoh kantong untuk membeli makanan di kantin Rutan ataupun Lapas meski harganya dua kali lipat dari harga pada umumnya.

Baca Juga :  Viral Emak-emak di Luwu Timur Dapat Hadiah TV Rusak dari PDIP

Kantin yang dimaksud tak lain adalah milik yayasan anak Menteri yang disebut Tio Pakusadewo pada konten Uya Kuya.

Kantin ini memonopoli seluruh bisnis makanan, minuman, hingga alat-alat kebutuhan sehari-hari bagi WBP di masing-masing Rutan dan Lapas.

“Napi narkoba, tipikor (Tindak pidana korupsi) mana mau makan seperti itu, mereka beli. Kalau mau makan enak kayak di luar harus keluar duit,” ujarnya.

Baca Juga :  Sadar Demokrat Ditelikung, SBY Tafsirkan Anies dan NasDem Musang Berbulu Domba

Menurut AB, kualitas nasi di Rutan dan Lapas memang buruk sebagai siasat agar sulit dicerna.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...