Aliansi.co, Jakarta- Gerimis tipis masih turun saat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan M. Anwar tiba di Jalan Inspeksi Kali Ciliwung, RW 07, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (8/2/2026).
Mengenakan jaket olahraga berwarna hijau, Anwar datang bersama sang istri, Diah Anwar, untuk mengikuti kerja bakti massal bertajuk Jaga Jakarta.
M. Anwar turun langsung mencangkul rumput di bantaran Kali Ciliwung
Sesaat setelah menyapa warga dan jajaran petugas, Anwar dan istri serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Selatan berjalan menyusuri bantaran Kali Ciliwung.
Anwar tampak memunguti sampah plastik dan rumput liar yang tersangkut di tepian saluran air, sementara Diah Anwar memegangi karung plastik sebagai tempat menampung sampah.
Beberapa kali keduanya terlihat berbincang singkat sembari terus membersihkan sampah, meski hujan rintik tak kunjung reda.
Tak lama kemudian, Anwar bergabung dengan petugas gabungan lainnya yang mulai menyebar memunguti sampah.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kami melaksanakan kerja bakti massal bertajuk ‘Jaga Jakarta’ yang dipusatkan di tiga titik di wilayah Kelurahan Rawajati,” ujar Anwar di sela kegiatan, Minggu.
Menurut Anwar, kerja bakti tersebut melibatkan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan, unsur Forkopimko, serta personel TNI dan Polri.
Ia menyebut, persoalan banjir dan genangan air kerap dipicu oleh kerusakan pompa akibat tumpukan sampah, khususnya sampah plastik.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik yang sulit terurai,” kata Anwar.
Selain di area Kali Ciliwung, lanjut Anwar, kerja bakti juga dilakukan di seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan di Jakarta Selatan.
Tercatat, sekitar 250 saluran Penghubung (PHB) dikuras dalam kegiatan tersebut.
“Saluran PHB ini memegang peranan yang sangat penting dalam sistem drainase. Namun, tantangan di lapangan adalah banyaknya utilitas di bawah saluran, seperti kabel serat optik, pipa, dan infrastruktur lainnya yang sering menghambat aliran air,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan, kerja bakti skala besar tersebut melibatkan sekitar 600 personel.
Selain itu, dikerahkan pula dua unit ekskavator dan lima unit dump truck untuk mengangkut sedimen sampah dan lumpur.
“Kami juga dibantu unit truk dari unsur teknis lainnya, seperti Sudin Tamhut, Lingkungan Hidup, Bina Marga, dan unsur terkait lainnya,” ujar Santo.
Santo menambahkan, salah satu kendala utama pada rumah dan mesin pompa adalah sampah.
Oleh karena itu, pompa harus dilengkapi dengan saringan sampah agar dapat beroperasi optimal.
“Tanpa saringan, usia pakai pompa tidak akan lama. Dengan saringan sampah, insyaallah pompa bisa beroperasi sesuai standar dan aliran air dapat diatur dengan baik,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Kerja bakti ini memang kami lakukan secara rutin. Namun, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dengan berpartisipasi aktif menjaga dan membersihkan lingkungan,” tandas Santo. RBN
