Kamis, Juli 16, 2026

Ditolak Warga Jagakarsa, Camat Ultimatum Helen’s Night Mart Tidak Nekat Beroperasi

WIB

Alianso.co, Jakarta- Usaha bar bernama Helen’s Night Mart yang rencananya akan dibuka di Hotel Kartika One Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ternyata sudah mendapat teguran dari pihak pemerintah setempat.

Bahkan, pengelola bar yang ditolak warga itu, sudah diperingatkan dan diberi ultimatum agar tak nekat beroperasi sebelum mengantongi izin resmi dari Pemprov DKI Jakarta.

“Sudah kami ultimatum tidak boleh beroperasi sebelum mengantongi perizinan yang berlaku di wilayah Jakarta,” kata Camat Jagakarsa Santoso saat dihubungi, pada Rabu (30/4/2025).

Santoso mengungkapkan, tempat hiburan yang ditolak warga karena diduga akan menjual minuman keras itu, saat ini belum beroperasi karena sedang dalam proses pemasangan interior.

Baca Juga :  Halalbihalal Usai Apel, Wali Kota Jaksel Ingatkan ASN Jaga Kinerja dan Bijak Bermedsos

Santoso pun meminta kegiatan pekerjaan tersebut agar dihentikan sementara sebelum proses perizinan rampung.

“Kami minta segala aktivitas pekerjaan agar dihentikan dulu sebelum proses perizinannya rampung,” ujarnya.

Diketahui, warga Kampung Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menolak rencana dibukanya tempat hiburan malam, Helen’s Night Mart, di Hotel Kartika One.

Mereka khawatir, tempat usaha itu beroperasi seperti bar yang menjual minuman keras atau miras.

“Itu Helen’s sudah jelas-jelas sama masyarakat baik itu RW 01 dan 02 itu mereka menolak. Mereka menolak karena jelas-jelas Helen’s jual miras. Itu yang jadi penolakan,” ujar Achmad Fauzi selaku Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, kepada wartawan, pada Selasa (29/4/2025).

Baca Juga :  Pj Gubernur Teguh Janji Bantu Siapkan Program Tim Transisi Pramono-Doel

Fauzi menekankan minuman keras mempunyai dampak buruk bagi generasi muda. Keberadaan Helen’s Night Mart ini juga dinilai tidak memberikan manfaat.

“Mayoritas warga kami muslim, dan kami juga menjunjung tinggi toleransi dengan agama lain. Tapi ketika ada legalitas penjualan minuman apa pun alasannya ke depan kami khawatir akan terkikisnya nilai-nilai agama, akhlak, dan norma sosial lainnya,” ujarnya.

Fauzi mengaku bingung mengapa ada tempat hiburan malam di lingkungannya.

Baca Juga :  Pasukan Gabungan Diterjunkan ke Gedung DPR Hari Ini, Untuk Apa?

Padahal, tempat hiburan malam itu sangat dekat dengan sekolah, universitas dan juga rumah ibadah.

Menurtnya, keberadaan Helen’s Night Mart juga bertolakbelakang dengan kultur dan budaya masyarakat Kampung Sawah.

“Kami mempertanyakan apa urgensinya Dinas Pariwisata Jakarta memberikan izin, tanpa melihat dahulu ke lapangan, untuk uji kelayakan izinnya, kemudian ada kultur masyakat, dan lingkungan pendidikan serta agama yang seolah-olah ingin membuat gaduh situasi,” ucapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...

“Video Call Bokap Lu”, Bang Jago Pengendara Ninja Ditangkap Polisi

Aliansi.co,Jakarta- Pengendara Kawasaki Ninja RR yang viral karena melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor lain di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya...