Rabu, September 2, 2026

Dua Kali Terima Anugerah Satyalancana Wira Karya dari Jokowi, Kini Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Nama Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjadi sorotan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di balik penangkapannya dalam kasus dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah, Etik diketahui pernah dua kali menerima penghargaan bergengsi dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Etik merupakan kelahiran Solo, 15 Maret 1963.

Puncak karier politik Etik dikenal publik setelah ia kembali menang pada Pilkada Serentak 2024.

Kemenangan itu mengantarkannya menjabat sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2025–2030.

Selama menjabat, Etik tercatat dua kali menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Diduga Peras Perangkat Daerah

Penghargaan pertama diterimanya pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI tahun 2019 yang digelar di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Empat tahun kemudian, Etik kembali memperoleh penghargaan yang sama pada ajang Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVI di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/6/2023).

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan yang diberikan Presiden Republik Indonesia kepada tokoh yang dinilai memiliki karya, inovasi, atau pengabdian luar biasa di bidang tertentu sehingga memberikan manfaat besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga :  Jalani Pemeriksaan Awal, Bupati Etik Suryani Dikorek KPK hingga Dini Hari

Namun, rekam jejak penghargaan tersebut kini berbanding terbalik dengan perkara hukum yang menjeratnya.

KPK menangkap Etik dalam operasi tangkap tangan bersama empat orang lainnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan operasi tangkap tangan tersebut.

OTT berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Sukoharjo terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

“Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Budi mengungkapkan, dalam OTT tersebut KPK mengamankan lima orang, termasuk Etik Suryani. Namun, identitas empat orang lainnya belum diungkap ke publik karena masih menjalani pemeriksaan.

Baca Juga :  Gerindra Minta Pencuri Baut dan Kabel Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disanksi Keras

“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo,” ujar Budi.

Ia menambahkan, seluruh pihak yang diamankan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta.

“Pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.

Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...