Kamis, April 16, 2026

Duduk Perkara Retret Kepala Daerah Dilaporkan Koalisi Masyarakat Antikorupsi ke KPK

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku siap buka-bukaan guna memastikan retret kepala daerah berjalan sesuai aturan.

Hal itu disampaikan Prasetyo Hadi merespon langkah masyarakat antikorupsi yang melaporkan retret kepala daerah ke KPK.

Diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi secara resmi melaporkan retret kepala daerah ke KPK pada Jumat (28/2/2025).

Laporan yang dilayangkan terkait dugaan korupsi yang terjadi dalam penyelenggaraan retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025 lalu.

“Ya itu hak kalau melaporkan. Tapi saya pastikan semua berjalan sesuai dengan aturan. Sesuai dengan perundang-undangan. Tidak ada yang dilanggar. Semua bisa kita buka,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (4/3/2025).

Baca Juga :  Survei Terkini, Elektabilitas Ganjar Nyungsep Gegara Piala Dunia U-20

Prasetyo mengatakan bahwa uang retret kepala daerah masuk ke rekening PT Lembah Tidar Indonesia sebagai perusahaan pengelola kegiatan.

Ia memastikan proses dan pengelolaan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

“Ya itu kan prosesnya ya. Pengelolanya. Prosesnya seperti itu. Tapi semuanya saya jamin semuanya terbuka, semuanya sesuai dengan prosedur,” tegasnya.

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menyampaikan duduk perkara penyelenggaraan retret kepala dilaporkan ke KPK.

Baca Juga :  Istri Wakapolri Komjen Gatot Eddy Meninggal Dunia

Salah satunya yakni dugaan adanya konflik kepentingan dalam penunjukan perusahaan penyedia fasiltas retret kepala daerah.

Feri Amsari, salah satu anggota koalisi menyebut, bahwa kejanggalan yang ditemukan pihaknya berawal dari ketidakterbukaan pemerintah dalam penunjukkan PT Lembah Tidar Indonesia sebagai perusahaan yang menyediakan fasilitas retret itu.

“Kan biasanya pengadaan barang dan jasa itu ada standar keterbukanya, ada website-nya. Nah kita merasa janggal misalnya perusahaan PT Lembah Tidar Indonesia ini perusahaan baru. Dan dia mengorganisir program yang sangat besar. Se-Indonesia,” ujar Feri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga :  Windy Idol Ungkap Awal Berhubungan dengan Sekretaris Mahkamah Agung

Sementara itu, Anissa Azzhara dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia atau PBHI menduga bahwa penyelenggaran retret itu tidak sepenuhnya dibiayai oleh APBN.

Menurutnya ada sebagian biaya retret yang turut dibebankan kepada APBD yakni senilai Rp6 miliar.

Dia menyebut ada ketidaksesuaian antara rencana anggaran yang diajukan dan pelaksanaan di lapangan menyebabkan celah sebesar Rp6 miliar itu.

“Sehingga celah besar sekitar 6 miliar itu ternyata di cover oleh APBD. Di mana itu tidak diperbolehkan, karena itu akhirnya adalah pengalihan dana secara tidak sah,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...