Selasa, Agustus 18, 2026

Faisal Basri Soroti Debat Kelima Capres yang Enggan Nyinyir Demi Elektoral

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Ekonom senior INDEF Faisal Basri menyoroti debat kelima calon presiden di 2024 yang digelar KPU di JCC, Minggu (4/2/2024).

Faisal menilai para capres memilih bermain aman demi menambah elektoral dalam debat terakhir tersebut.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi publik dengan tema “Tanggapan Atas Debat Kelima Pilpres” yang digelar INDEF di Jakarta, pada Senin (5/2/2024).

Baca Juga :  Anies Sampaikan Pidato Politik di Tennis Indoor Senayan, Singgung Koalisi Besar Lawan Kekuatan Spritual

“Jadi bukan mencari kebenaran diskusi itu, tapi menambah elektoral. Sehingga debat kelima ini adalah antiklimaks karena semua main aman,” kata Faisal dalam diskusi yang dilansir dari kanal YouTube INDEF, Selasa (6/2/2024).

Adapun, Faisal mengatakan karakteristik psikologis orang Indonesia tidak suka sama orang yang nyinyir.

Sehingga para para capres menjaga agar tidak terkesan nyinyir dalam debat.

Baca Juga :  Jokowi Pilih Kaesang Jualan Pisang, Relawan Sang Menang di Pilkada Depok Tetap Berjuang Dongkrak Elektabilitas

“Enggak suka yang nyinyir seperti Anies Baswedan, nyinyir seperti Ganjar Pranowo, oleh karena itu mereka menjaga agar tidak terkesankan nyinyir di debat,” kata Faisal.

Selain itu, Faisal melihat Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo enggan memberikan penilaian terhadap pemerintahan Presiden Jokowi apakah lurus atau melenceng.

“Apa yang dilakukan Jokowi sudah benar atau salah, tidak ada yang berani (ngomong), Nomor 01, 03 itu tidak juga secara lugas mengatakan Jokowi sesat. Padahal nyinyir Indef saya sebagai orang Indef (mengatakan) pak Jokowi gagal,” ucapnya.

Baca Juga :  Potensi Masalah Banyak, Bawaslu Usulkan Opsi Penundaan Pilkada Serentak 2024
Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...