Aliansi.co, Jakarta- Sang legenda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Harianto Badjoeri, tutup usia pada Minggu (22/2).
Mantan Kepala Satpol PP DKI periode 2005–2010 itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 23.18 WIB saat menjalani perawatan di RS Pondok Indah.
Harianto dikenal sebagai salah satu pimpinan yang mewarnai perjalanan Satpol PP DKI Jakarta.
Ia menjabat pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Senin (23/2/2026).
Kepala Satpol (Kasatpol) PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok yang ia sebut sebagai panutan bagi keluarga besar Satpol PP.
“Almarhum merupakan sosok yang memiliki dedikasi dan kinerja luar biasa bagi Satpol PP DKI Jakarta,” ujar Satriadi saat ditemui di rumah duka, Senin.
Menurut dia, selama masa kepemimpinannya, Harianto melakukan berbagai pembinaan dan penataan internal yang berdampak pada soliditas jajaran Satpol PP.
Salah satu kebijakan yang dikenang adalah pemberian penghargaan kepada anggota.
Bagi pegawai beragama Islam, almarhum memberangkatkan mereka untuk melaksanakan ibadah umrah.
Sementara bagi pegawai beragama Nasrani, diberikan kesempatan mengikuti perjalanan religi ke Yerusalem.
Satriadi menambahkan, kepergian Harianto menjadi kehilangan besar bagi institusi yang pernah dipimpinnya.
“Harianto Badjoeri merupakan sosok bapak, panutan, sekaligus orang tua bagi keluarga besar Satpol PP. Kami sangat berduka. Hari ini kami mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhir,” kata Satriadi.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” lanjutnya.
Dalam upacara pelepasan tersebut turut hadir mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo, serta mantan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, bersama sejumlah pejabat dan tokoh lainnya.
