Senin, Agustus 24, 2026

Kinerja Pejabat DKI Disorot, Gubernur Pramono Didorong Berani Evaluasi Bawahan

WIB

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil disebut memiliki tanggung jawab dalam menata arus urbanisasi yang liar dan tidak terkendali.

“Data penduduk itu dasar dari semua perencanaan pembangunan. Kalau urbanisasi tidak dikendalikan, efeknya akan luas dari layanan publik hingga stabilitas sosial,” imbuh Sugiyanto.

Wali Kota dan Bupati Sebagai Ujung Tombak

Selain empat kepala dinas tersebut, aktivis yang biasa disapa SGY ini juga menekankan pentingnya peran lima wali kota administrasi dan satu bupati di Kepulauan Seribu sebagai representasi langsung gubernur di lapangan.

Baca Juga :  Ribuan Sapi Australia Masuk Jakarta, Solusi Inflasi atau Beban Baru?

“Kalau wali kota dan bupati tidak aktif berkoordinasi dengan camat, lurah, RW, dan RT, pelayanan publik akan macet. Khusus Kepulauan Seribu, gubernur harus awasi lebih ketat karena rawan disalahgunakan oleh oknum yang merasa seperti ‘raja kecil’,” ujar dia.

SGY juga menyebut peran penting sejumlah dinas lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Satpol PP, Biro Hukum, Badan Pendapatan Daerah (BPD), Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), hingga para direksi BUMD.

Baca Juga :  Lapangan Padel di Cipete Diprotes Warga, Tunggu Surat Peringatan Ketiga hingga Penyegelan

“Semua jabatan itu harus diisi oleh figur yang berintegritas, profesional, dan punya rekam jejak pelayanan publik yang baik. Kalau tidak memenuhi syarat, wajib dievaluasi, bahkan dicopot!” tegasnya.

Ia juga mendorong agar Gubernur Pramono Anung berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang sudah menjabat lebih dari lima tahun, atau yang terbukti tak mampu menjalankan tugas dan target kinerja.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Minta Camat-Lurah Aktif Cegah Tawuran Jelang Lebaran

Langkah penyegaran ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN sebagai dasar hukum untuk melakukan reformasi birokrasi.

“Tidak ada alasan untuk ragu mengganti pejabat yang kinerjanya buruk,” ujar SGY.

SGY juga menekankan bahwa sistem merit harus menjadi dasar utama penempatan pejabat, bukan kedekatan, kompromi politik, atau kepentingan pribadi.

“Kita butuh pejabat yang kolaboratif, komunikatif, dan responsif terhadap persoalan rakyat. Kalau tidak, rakyat juga yang jadi korban,” tandasnya. RBN

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...