Minggu, Oktober 18, 2026

Kinerja Pejabat DKI Disorot, Gubernur Pramono Didorong Berani Evaluasi Bawahan

WIB

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil disebut memiliki tanggung jawab dalam menata arus urbanisasi yang liar dan tidak terkendali.

“Data penduduk itu dasar dari semua perencanaan pembangunan. Kalau urbanisasi tidak dikendalikan, efeknya akan luas dari layanan publik hingga stabilitas sosial,” imbuh Sugiyanto.

Wali Kota dan Bupati Sebagai Ujung Tombak

Selain empat kepala dinas tersebut, aktivis yang biasa disapa SGY ini juga menekankan pentingnya peran lima wali kota administrasi dan satu bupati di Kepulauan Seribu sebagai representasi langsung gubernur di lapangan.

Baca Juga :  Banyak Anak Cuci Darah, DPRD Dorong Dinkes DKI Sediakan Mesin Hemodialisis di Puskesmas dan RSUD

“Kalau wali kota dan bupati tidak aktif berkoordinasi dengan camat, lurah, RW, dan RT, pelayanan publik akan macet. Khusus Kepulauan Seribu, gubernur harus awasi lebih ketat karena rawan disalahgunakan oleh oknum yang merasa seperti ‘raja kecil’,” ujar dia.

SGY juga menyebut peran penting sejumlah dinas lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Satpol PP, Biro Hukum, Badan Pendapatan Daerah (BPD), Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), hingga para direksi BUMD.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Tinjau Progres Pembangunan Sentra Fauna Lenteng Agung, Begini Hasilnya

“Semua jabatan itu harus diisi oleh figur yang berintegritas, profesional, dan punya rekam jejak pelayanan publik yang baik. Kalau tidak memenuhi syarat, wajib dievaluasi, bahkan dicopot!” tegasnya.

Ia juga mendorong agar Gubernur Pramono Anung berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang sudah menjabat lebih dari lima tahun, atau yang terbukti tak mampu menjalankan tugas dan target kinerja.

Baca Juga :  Dugaan Pengoplosan Beras, Gubernur Pramono Didorong Nonaktifkan Pimpinan PT FSTJ

Langkah penyegaran ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN sebagai dasar hukum untuk melakukan reformasi birokrasi.

“Tidak ada alasan untuk ragu mengganti pejabat yang kinerjanya buruk,” ujar SGY.

SGY juga menekankan bahwa sistem merit harus menjadi dasar utama penempatan pejabat, bukan kedekatan, kompromi politik, atau kepentingan pribadi.

“Kita butuh pejabat yang kolaboratif, komunikatif, dan responsif terhadap persoalan rakyat. Kalau tidak, rakyat juga yang jadi korban,” tandasnya. RBN

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...