Selasa, Mei 19, 2026

OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Temukan Koper Berisi Uang Rp 5 Miliar

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus bergulir.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menemukan lima koper berisi uang tunai senilai Rp 5 miliar di sebuah rumah di kawasan Ciputat.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan uang tersebut ditemukan saat penyidik melakukan penggeledahan lanjutan setelah OTT pada 4 Februari 2026.

“Uang-uang yang ditemukan dan diamankan dalam penggeledahan tersebut diduga berasal dari proses-proses kepabeanan dan juga cukai yang sudah bercampur,” kata Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  Bupati dan Pejabat Kabupaten Meranti Ditangkap KPK, Barang Bukti Uang Masih Dihitung

Menurut dia, temuan uang Rp 5 miliar itu merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan pengaturan jalur importasi barang.

KPK menduga terjadi praktik suap untuk meloloskan barang tertentu tanpa melalui pemeriksaan fisik sebagaimana prosedur yang berlaku.

Dalam perkara ini, KPK sebelumnya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Mereka diduga melakukan pengondisian jalur importasi sehingga membuka peluang masuknya barang ilegal, termasuk barang palsu dan selundupan, tanpa pemeriksaan petugas Bea Cukai.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Bonus Hari Raya Pengemudi Online Harus Berbentuk Uang Tunai

Sebagai imbalannya, diduga terjadi penyerahan uang secara rutin kepada sejumlah oknum di lingkungan DJBC dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

Dalam pengembangan terbaru, KPK juga menetapkan seorang pejabat DJBC, Budiman Bayu Prasojo, sebagai tersangka.

Ia ditangkap di kantor pusat DJBC pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  Pejabat Basarnas Kena OTT, Jokowi Tegaskan Hormati Proses Hukum KPK

Penyidik kini mendalami kewenangan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (DitP2) DJBC, termasuk mekanisme kerja di bidang kepabeanan dan cukai yang diduga berkaitan dengan praktik suap tersebut.

Dalam OTT yang digelar awal Februari lalu, KPK mengamankan barang bukti dengan total nilai sekitar Rp 40,5 miliar dari sejumlah lokasi.

Barang bukti tersebut meliputi uang tunai dalam berbagai mata uang, logam mulia, serta satu unit jam tangan mewah.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...