Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mendorong penyelenggaraan Festival Bedug tidak hanya digelar di tingkat kota, tetapi juga diperluas hingga tingkat kelurahan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga tradisi budaya sekaligus menghidupkan syiar Ramadan di tengah masyarakat.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, Festival Bedug menjadi momentum penting dalam merawat tradisi budaya masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
“Sebagaimana arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata selama Ramadan,” ujar Ali dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, festival tersebut juga dapat menjadi ruang positif bagi para pemuda agar terhindar dari perilaku negatif, seperti tawuran.
Karena itu, konsep Festival Bedug dinilai bisa diperluas pelaksanaannya hingga tingkat kelurahan.
“Konsep Festival Bedug ini dapat diperluas, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga sampai ke tingkat kelurahan. Bisa digelar di lingkungan masyarakat seperti gang, masjid, dan musala agar menjadi rangkaian festival yang lebih luas,” jelasnya.
Ali turut mengapresiasi panitia serta seluruh jajaran Pemkot Jakarta Selatan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Semoga Festival Bedug ini menjadi bagian dari syiar Ramadan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Encu Suhani menjelaskan, Festival Bedug 2026 diselenggarakan sebagai wadah aktualisasi bakat dan kreativitas para pencinta seni tabuh bedug.
“Kegiatan ini kita inginkan juga dapat memperkuat identitas serta pelestarian nilai-nilai budaya Betawi di Jakarta Selatan,” kata Encu.
Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan melestarikan seni budaya, khususnya tradisi menabuh bedug, membina dan mengembangkan keterampilan para pelaku seni, serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan kerja sama antarpeserta.
Adapun peserta festival berasal dari masing-masing kecamatan di Jakarta Selatan, dengan satu tim per kecamatan sehingga total terdapat 10 tim yang berkompetisi.
Penilaian lomba meliputi pola dasar permainan bedug, teknik vokal, makharijul huruf, kreativitas, serta penampilan secara keseluruhan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kepada para peserta, selamat berlomba dan tampilkan kemampuan terbaik,” tandasnya.
