Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta untuk melakukan razia takjil selama bulan Ramadan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh pangan olahan yang beredar bebas dari zat berbahaya demi mewujudkan Kota Pangan Aman.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, mengatakan razia bersama BBPOM mengingat menjelang dan selama Ramadan banyak pedagang musiman yang menjajakan takjil di berbagai titik.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dikhawatirkan terdapat pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, pewarna tekstil, maupun zat aditif berbahaya lainnya.
“Dalam waktu dekat bersama BBPOM kami akan mulai turun ke lapangan. Sasaran utama kami adalah penjual takjil,” kata Anwar usai audensi dengan BBPOM di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Ia menambahkan, ke depan Pemkot Jakarta Selatan bersama BBPOM di Jakarta juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Obat dan Makanan.
Pembentukan satgas tersebut akan mengacu pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, sehingga pembagian tugas dalam pengawasan menjadi jelas dan terstruktur.
“Sasaran kami selanjutnya adalah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat lain yang dianggap perlu untuk dilakukan pemantauan secara rutin,” ujarnya.
Dalam pembentukan satgas itu, Pemkot Jaksel akan melibatkan sejumlah suku dinas terkait, di antaranya Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, serta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP).
Tak hanya itu, Pemkot juga akan merangkul para pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Di Jakarta Selatan, misalnya, koordinator lapangan dari lokasi binaan pedagang kaki lima (PKL) akan dilibatkan untuk memastikan area tersebut bebas dari campuran zat berbahaya.
“Kami melibatkan koordinator lapangan dari lokasi binaan pedagang kaki lima untuk memastikan tempat tersebut bebas dari zat berbahaya atau campuran yang dapat membahayakan masyarakat saat mengonsumsinya,” ucap Anwar.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati, mengapresiasi komitmen Pemkot Jakarta Selatan dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayahnya.
Ia menilai respons Wali Kota sangat positif dan tegas dalam mendorong sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) bersama BBPOM.
“Respon beliau (Wali Kota M Anwar) sangat positif dan tegas dalam memotivasi OPD serta kami di BBPOM untuk bersinergi mewujudkan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat di wilayah Jakarta Selatan,” tandas Sofiyani.
