Sabtu, Oktober 3, 2026

Pengamat Ini Sebut Tragedi Pernikahan Putra KDM di Garut Bisa Masuk Ranah Pidana

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik angkat suara terkait tragedi yang terjadi dalam pesta pernikahan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), dengan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut.

Acara yang digelar di Lapangan Otto Iskandar Dinata itu berubah menjadi malapetaka setelah tiga orang meninggal dunia akibat desakan massa yang tak terkendali.

Sugiyanto menilai peristiwa ini sebagai bentuk kelalaian serius dari pihak penyelenggara yang berpotensi masuk ranah pidana.

Ia menegaskan, keselamatan publik merupakan tanggung jawab mutlak dalam setiap penyelenggaraan acara berskala besar.

Baca Juga :  Puspom TNI AL Rekonstruksi Penembakan Bos Rental, Keluarga Emosi: Setan Kau

“Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini adalah kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa, dan itu diatur dalam Pasal 359 KUHP serta Pasal 474 ayat (3) KUHP baru. Penyelenggara tidak bisa berlindung di balik dalih ketidaktahuan atau teknis lapangan,” tegas Sugiyanto dalam keterangannya, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, panitia dan pemilik hajatan, bahkan pejabat yang terlibat harus diperiksa secara hukum karena diduga gagal mengantisipasi potensi kerumunan besar.

Terlebih langtaran adanya hiburan dan makan gratis yang diumumkan secara terbuka kepada publik.

Baca Juga :  Kabareskrim Buktikan Pengusutan TPPO Tidak Berhenti, Ngaku Sudah Tangkap 829 Tersangka

“Acara seperti ini tentu memancing kerumunan. Tanpa pengamanan yang cukup, tanpa pengendalian massa, dan tanpa dukungan medis di lokasi, itu jelas kelalaian fatal. Apalagi jika kita lihat video viral, pihak keluarga mengetahui betul soal rencana makan gratis untuk ribuan orang,” katanya.

Sugiyanto juga menyoroti pernyataan Dedi Mulyadi yang disebut tidak mengetahui adanya makan gratis dalam acara tersebut.

Ia menyebut pernyataan itu kontradiktif dengan bukti visual yang beredar di media sosial.

“Kalau dalam video terlihat KDM dan anaknya membahas secara spesifik soal makan gratis, maka pernyataan bahwa dia tidak tahu justru memperkuat dugaan bahwa ada upaya menghindar dari tanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga :  DPO Sejak 2014, Fredy Gembong Narkoba Paling Dicari Bareskrim Diduga Oplas

Sugiyanto menyampaikan tragedi ini harus menjadi peringatan bagi seluruh pejabat publik agar tidak mengabaikan aspek keselamatan hanya demi pencitraan atau kemewahan acara.

“Ini menyangkut nyawa. Tidak bisa dianggap angin lalu. Tiga orang meninggal dunia — anak-anak, lansia, bahkan anggota polisi. Ini seharusnya jadi pengingat keras bahwa keselamatan publik adalah prioritas, bukan formalitas,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...