Kamis, April 16, 2026

Pengamat Minta Gubernur Pramono Ganti Kadishub DKI yang Sudah Enam Tahun Menjabat

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengamat kebijakan publik Sugiyanto Emik mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk mempertimbangkan pergantian atau rotasi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, yang telah menjabat lebih dari enam tahun tanpa rotasi.

“Saya langsung to the point mengusulkan kepada Gubernur Pramono dan Wakil Gubernur Rano. Usulan saya sederhana, yaitu mempertimbangkan pergantian atau rotasi Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, yang sudah lebih dari enam tahun memegang jabatan,” ujar Sugiyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, selama ini tidak banyak pihak yang berani menyampaikan usulan pergantian jabatan Kadishub secara langsung.

Ia menegaskan bahwa rotasi dan mutasi perlu dilakukan sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.

“Mungkin tidak ada pihak lain—baik DPRD, ASN, atau pembantu gubernur—yang berani bicara hal ini karena alasan sungkan, enggan, atau ada kepentingan tertentu. Tetapi bagi saya, ini penting demi kepentingan ASN dan tata kelola Pemprov DKI. Tidak ada kepentingan pribadi sama sekali,” tegasnya.

Baca Juga :  Kinerja Pejabat DKI Disorot, Gubernur Pramono Didorong Berani Evaluasi Bawahan

Sugiyanto menilai masa jabatan Syafrin yang sudah melampaui enam tahun merupakan alasan kuat untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

Ia menilai rotasi pejabat juga untuk menjaga kesehatan organisasi pemerintah daerah.

“Dalam tata kelola pemerintahan yang sehat, pergantian pejabat strategis seperti Kadishub penting dilakukan untuk penyegaran, menghadirkan energi baru, dan menjaga merit system,” ujarnya.

Ia bahkan memperingatkan potensi munculnya “raja kecil” apabila satu pejabat terlalu lama bercokol di posisi strategis.

“Lamanya masa jabatan berpotensi menciptakan kepemimpinan yang terlalu sentralistik, rawan kolusi, korupsi, dan nepotisme. Ini tidak sehat untuk birokrasi,” kata Sugiyanto.

Ia juga menilai masa jabatan yang terlalu panjang bisa memberi kesan bahwa Pemprov tidak memiliki pejabat lain yang kompeten untuk mengisi posisi tersebut.

Baca Juga :  Kadishub DKI Sebut Juru Parkir di Blok M Square Preman dan Sudah Ditangkap Polisi

“Seolah-olah tidak ada pejabat yang mampu menggantikan posisi itu. Jika benar demikian, maka ini masalah serius dalam pembinaan ASN,” katanya.

“Untuk keadilan karier, Syafrin juga perlu mendapat pengalaman eselon II lain, seperti Asisten Sekda atau Asisten Deputi. Rotasi bukan hukuman, tetapi bagian dari pengembangan karier,” sambungnya.

Sugiyanto turut menyinggung anggaran yang dikelola Syafrin selama lebih dari enam tahun menjabat.

Ia menyebut masyarakat berhak mengetahui dampak nyata dari anggaran besar tersebut.

“Syafrin mengelola anggaran triliunan rupiah setiap tahun. Pertanyaannya, apakah dana itu efektif mengurangi kemacetan, mempercepat ERP, atau menyelesaikan masalah angkutan umum?” ujarnya.

Menurutnya, transparansi menjadi keharusan publik.

Sugiyanto optimistis Gubernur Pramono dan Wagub Rano memahami pentingnya rotasi pejabat untuk menjaga dinamika birokrasi.

Baca Juga :  Ungkap Ada Ordal Terlibat, Pramono Laporkan Kasus Gangguan Bank DKI ke Bareskrim Polri

“Pak Pramono adalah tokoh politik senior yang sangat paham merit system. Bang Doel juga berpengalaman panjang sebagai kepala daerah. Keduanya tahu bahwa rotasi pejabat adalah kebutuhan organisasi, bukan sekadar formalitas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa TNI dan Polri dapat menjadi contoh institusi yang konsisten melakukan rotasi untuk menjaga efektivitas organisasi.

Sugiyanto meminta Gubernur Pramono dan Wagub Rano untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kadishub.

“Semua aspek harus dinilai: teknis, inovasi, manajemen anggaran, hingga kepemimpinan. Dengan begitu, keputusan apa pun yang diambil tetap objektif, kredibel, dan demi kebaikan publik,” ujar Sugiyanto.

Ia menegaskan bahwa rotasi Kadishub bukanlah sekadar pergantian individu, tetapi bagian dari penyegaran birokrasi DKI Jakarta.

“Rotasi ini akan menghadirkan energi baru, memperkuat merit system, membuka peluang regenerasi, dan membuat kebijakan transportasi lebih modern, adaptif, dan responsif,” tutupnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...