Aliansi.co, Garut- Pesta rakyat pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, berubah menjadi petaka.
Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat berdesakan dalam acara yang digelar di Alun-alun Garut.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan situasi yang kacau, dengan kerumunan warga yang saling berdesakan di pintu masuk pendopo.
Sejumlah petugas tampak kewalahan mengendalikan situasi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan membenarkan insiden tersebut menewaskan satu warga dan satu anggota kepolisian.
Diduga terjadi kericuhan saling berdesak-desakan saat pesta rakyat di Garut.
“Iya benar tiga orang meninggal dunia,” ucap Hendra saat dikonfirmasi.
Hendra mengatakan, anggota kepolisian yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Polres Garut meninggal dunia bernama Cecep.
Menurutnya almarhum membantu dan mengatur serta mengangkat orang yang berdesak-desakan ingin masuk ke pendopo.
“Setelah acara berjalan lancar, baik, tidak ada kerumunan, yang bersangkutan kemudian istirahat duduk, di saat yang bersangkutan istirahat pingsan kemudian meninggal dunia,” kata dia.
Dia mengatakan, korban langsung dievakuasi dibawa ambulans ke Rumah Sakit Guntur, Kabupaten Garut.
Selain itu, terdapat dua orang warga yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Untuk saat ini, phaknya juga berkoordinasi dengan pelaksana kegiatan untuk mengetahui perencanaan pengamanan kegiatan pesta rakyat tersebut.
“Kita dapatkan dari Polres Garut bersama juga ada dua masyarakat yang meninggal dunia untuk identitas masih menunggu konfirmasi,” kata dia
