Aliansi.co, Jakarta- Ratusan atribut organisasi kemasyarakatan (Ormas) dilucuti petugas dari wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.
Penertiban atribut berupa bendera dan spanduk ormas ini digelar secara serentak dalam operasi Berantas Jaya 2025.
“Kami melakukan penurunan 10 atribut yang terpasang di sejumlah lokasi yang ada di Cilincing,” kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri kepada wartawan, Minggu (11/5/2025).
Adapun atribut paling banyak ditertibkan petugas yakni bendera.
Sebanyak 7 bendera milik ormas Front Betawi Rempug (FBR) diturunkan dari sejumlah lokasi di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
Dengan rincian, dua bendera di Jalan Rorotan II, empat bendera di Jalan Tipar, Cakung, dan satu bendera di Jalan Bakti Cilincing.
Selain FBR, atribut milik ormas lain seperti GRIB Jaya dan Forkabi turut ditertibkan.
Sebuah bendera panjang GRIB Jaya yang terpasang di Jalan Cendrawasih, Sukapura, serta dua bendera Forkabi dari Gang H Pitang, juga diturunkan.
Bobi menyatakan, penertiban ini sebagai upaya kepolisian untuk menjaga situasi wilayah tetap tertib dan aman dari potensi gangguan yang bisa timbul akibat pemasangan atribut ormas di ruang publik tanpa izin.
“Proses penertiban berjalan lancar dan kondusif. Kami mengapresiasi kerja sama masyarakat yang mendukung kegiatan ini,” kata Bobi.
Sedangkan di wilayah Jakarta Pusat, sebanyak 109 atribut berupa bendera dan dua spanduk ormas dilucuti oleh petugas kepolisian.
Penurunan atribut ormas ini dilakukan serentak di delapan wilayah Polsek jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.
“Penurunan atribut ormas ini bagian dari penegakan aturan untuk menjaga ketertiban umum. Tidak boleh ada simbol kelompok yang menguasai ruang publik seenaknya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, melalui keterangan resmi, Sabtu (10/5/2025)
Kecamatan Sawah Besar menjadi wilayah dengan penurunan atribut terbanyak, yaitu 32 bendera dari berbagai ormas seperti FBR dan Pemuda Pancasila (PP).
Diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi “Berantas Jaya-2025”, dengan menggandeng TNI dan Pemprov Jakarta untuk memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memimpin langsung apel gelar pasukan operasi premanisme di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/5/2025).
Ia menyebut, sebanyak 999 personel gabungan diturunkan dalam operasi premanisme yang dilaksanakan selama 15 hari ke depan.
“Operasi ini melibatkan 306 personel TNI dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara, 663 dari Polri, dan 30 personel Pemerintah Provinsi Jakarta,” ujar Karyoto.
