Aliansi.co, Jakarta– Polda Metro Jaya mengungkap peredaran sejumlah produk obat ilegal dan suplemen palsu yang dijual melalui toko online.
Obat tak berizin dan suplemen palsu ini dijual melalui Tokopedia, Geraikita99, Lazada, dan Dominoshop96.
“Lima orang yang diamankan terkait peredaran produk suplemen untuk pencernaan anak dengan merk interlac palsu dan obat lainnya tanpa izin edar dari BPOM secara online,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (31/5/2023).
Kelima tersangka yakni IB (31), I (32), FS (28), FZ (19), dan S (62). Mereka berperan sebagai orang yang memperdagangkan.
Selain dijual secara online, lanjut Auliansyah, para tersangka juga menjualnya secara offline.
Auliansyah menambahkan, para pelaku juga menjual obat keras serta ventolin inhaler untuk penderita asma yang diduga tanpa izin edar dan tanpa resep dari dokter.
“Barang bukti interlac palsu kami temukan 16 botol, obat keras atau tanpa izin edar ada 76.695 obat palsu dengan berbagai merek. Dan yang ketiga adalah ventolin inhaler ada 350,” tuturnya.
Berikut daftar obat-obatan ilegal dan suplemen anak palsu tersebut.
– Suplemen merek interlac palsu
– Ventolin inhaler tak berizin
– Tramadol HCL
– Trihexyphenidyl
– Alprazolam
– Merlopam lorazepam
– Esilgan
– Generik alprazolam
– OGB dexa alprazolam
– Mersi alprazolam
– Kimia farma alprazolam
– OGB dexa
– Hexymer trihexyphenidyl
– Bridam farma radal tramadol HCL
– Pyridam farma radal tramadol HCI
– Otta alprazolam
– Trihexyphenidyl
– Dextro
– Alprazolam
– Calmlet alprazolam
– Merlopam 2 lorazepam
– Atarax 1 alprazolam
– Hexymer
– Crestor film kapli rosuvastatin
– Baycuten N (dexamethasone dan clotrimazole)
– Dermovate cream clobetasol
