Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo: Keamanan Negara Dimulai dari Bebas Lapar

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan, keamanan negara dimulai dari kondisi rakyat yang terbebas dari kelaparan.

Menurut dia, ketahanan pangan merupakan fondasi mendasar dalam konsep keamanan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan Polri di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

“Keamanan pertama adalah aman dari lapar,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, keamanan tidak hanya dimaknai sebagai situasi yang bebas dari ancaman fisik atau gangguan pertahanan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pangkas Anggaran yang Bersifat Seremoni, Apa Saja?

Lebih dari itu, keamanan juga mencakup terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan dan gizi.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dinilai aktif mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

“Sebagai pemimpin saya sangat menghargai inisiatif, kesadaran pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, seorang panglima,” kata dia.

Menurut Prabowo, keterlibatan Polri dalam pembangunan gudang ketahanan pangan dan pelayanan pangan bergizi menunjukkan pemahaman bahwa stabilitas nasional tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  ASN Boleh WFH Usai Cuti Libur Lebaran, Kecuali Instansi Pelayanan Publik

Ia juga menegaskan bahwa program makan bergizi gratis yang kini dijalankan pemerintah bukanlah kebijakan baru di tingkat global.

Sejumlah negara maju dan demokratis, kata dia, telah lebih dulu menerapkan program serupa bagi warganya.

“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ucap Prabowo.

Baca Juga :  Forum Purnawirawan TNI Usul Ganti Gibran, Begini Respon dan Pesan Prabowo

Prabowo mengakui, program tersebut mungkin tidak dianggap penting bagi kalangan yang telah mapan secara ekonomi.

Namun, bagi mayoritas masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, intervensi negara sangat diperlukan.

“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada. Mungkin tidak penting bagi orang yang di atas. Tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, makan bergizi gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” kata dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...