Sabtu, Juli 4, 2026

Prabowo Kenang Ejekan Profesor di Awal Peluncuran Makan Bergizi Gratis

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat diejek sejumlah profesor saat pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan, bahkan kalangan terdidik meragukan program tersebut dan memprediksi akan gagal.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan Polri di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

“Waktu saya melancarkan program ini saya diejek, dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya, dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1444 H Jatuh pada 29 Juni 2023

Menurut dia, tudingan bahwa program tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran negara hingga dianggap sebagai bagian dari kepentingan politik merupakan hal yang menyedihkan.

Ia menilai, serangan terhadap kebijakan yang menyasar masyarakat kurang mampu tidak sepatutnya terjadi.

“Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki itu biasa. Tetapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” kata dia.

Meski menghadapi kritik, Prabowo mengaku tetap yakin berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  HUT ke-77 Bhayangkara, Panglima Berharap Sinergi TNI-Polri Semakin Kuat

Ia menilai program makan bergizi gratis merupakan langkah konkret untuk mengatasi persoalan stunting yang sempat menyentuh angka 25 persen anak Indonesia.

“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada terhambatnya perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak dan tulang.

“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini yang mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik, sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Terciduk Pamer Harta, Kepala Bea Cukai Makasar jadi Tersangka

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui teori atau program di atas kertas, melainkan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, tidak hanya dengan program-program indah. Saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah,” tutur dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...