Selasa, Agustus 18, 2026

Prabowo Kenang Ejekan Profesor di Awal Peluncuran Makan Bergizi Gratis

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat diejek sejumlah profesor saat pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan, bahkan kalangan terdidik meragukan program tersebut dan memprediksi akan gagal.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan Polri di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

“Waktu saya melancarkan program ini saya diejek, dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya, dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Prabowo Ajak Rakyat Pilih Logo HUT ke-81 RI, Ini Hadiah yang Disiapkan

Menurut dia, tudingan bahwa program tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran negara hingga dianggap sebagai bagian dari kepentingan politik merupakan hal yang menyedihkan.

Ia menilai, serangan terhadap kebijakan yang menyasar masyarakat kurang mampu tidak sepatutnya terjadi.

“Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki itu biasa. Tetapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” kata dia.

Meski menghadapi kritik, Prabowo mengaku tetap yakin berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  Prabowo dan Erdogan Sepakat Hapus Hambatan Perdagangan

Ia menilai program makan bergizi gratis merupakan langkah konkret untuk mengatasi persoalan stunting yang sempat menyentuh angka 25 persen anak Indonesia.

“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada terhambatnya perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak dan tulang.

“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini yang mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik, sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Nasib MBG di Tangan Prabowo, Keputusan Final Tunggu Sebulan Lagi

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui teori atau program di atas kertas, melainkan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, tidak hanya dengan program-program indah. Saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah,” tutur dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...