Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo Kenang Ejekan Profesor di Awal Peluncuran Makan Bergizi Gratis

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat diejek sejumlah profesor saat pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan, bahkan kalangan terdidik meragukan program tersebut dan memprediksi akan gagal.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan Polri di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

“Waktu saya melancarkan program ini saya diejek, dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya, dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Nasib MBG di Tangan Prabowo, Keputusan Final Tunggu Sebulan Lagi

Menurut dia, tudingan bahwa program tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran negara hingga dianggap sebagai bagian dari kepentingan politik merupakan hal yang menyedihkan.

Ia menilai, serangan terhadap kebijakan yang menyasar masyarakat kurang mampu tidak sepatutnya terjadi.

“Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki itu biasa. Tetapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” kata dia.

Meski menghadapi kritik, Prabowo mengaku tetap yakin berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  KPK OTT Lagi di Jawa Tengah, Bupati Pemalang dan Istri Diamankan

Ia menilai program makan bergizi gratis merupakan langkah konkret untuk mengatasi persoalan stunting yang sempat menyentuh angka 25 persen anak Indonesia.

“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada terhambatnya perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak dan tulang.

“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini yang mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik, sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Legislator Dorong Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Pulau Rempang

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui teori atau program di atas kertas, melainkan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, tidak hanya dengan program-program indah. Saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah,” tutur dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...