Selasa, Mei 19, 2026

Prabowo Kenang Ejekan Profesor di Awal Peluncuran Makan Bergizi Gratis

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat diejek sejumlah profesor saat pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan, bahkan kalangan terdidik meragukan program tersebut dan memprediksi akan gagal.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan Polri di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

“Waktu saya melancarkan program ini saya diejek, dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya, dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Terima Surat Pengunduran Diri SYL, Jokowi Tunjuk Kepala Bapanas sebagai Plt Mentan

Menurut dia, tudingan bahwa program tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran negara hingga dianggap sebagai bagian dari kepentingan politik merupakan hal yang menyedihkan.

Ia menilai, serangan terhadap kebijakan yang menyasar masyarakat kurang mampu tidak sepatutnya terjadi.

“Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki itu biasa. Tetapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” kata dia.

Meski menghadapi kritik, Prabowo mengaku tetap yakin berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  Direhabilitasi Usai Diterjang Badai, Jokowi Kagum Lihat Wajah Baru Gereja Katedral Kupang

Ia menilai program makan bergizi gratis merupakan langkah konkret untuk mengatasi persoalan stunting yang sempat menyentuh angka 25 persen anak Indonesia.

“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada terhambatnya perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak dan tulang.

“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini yang mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik, sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Jokowi Kumpulkan Seluruh Pj Kepala Daerah di Istana Hari Ini, Buat Apa?

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui teori atau program di atas kertas, melainkan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, tidak hanya dengan program-program indah. Saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah,” tutur dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...