Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak luar yang kerap mengkritik keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu sektor pertanian dan berbagai program kemasyarakatan.
Menurutnya, pihak asing tidak perlu mencampuri kebijakan Indonesia karena TNI dan Polri merupakan milik rakyat yang bertugas membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo awalnya mengapresiasi atas berbagai kontribusi TNI dan Polri yang dinilainya telah hadir langsung membantu masyarakat, mulai dari membangun ribuan jembatan hingga menyediakan ribuan titik air bersih.
“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” kata Prabowo dalam pidatonya, dilansir dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu (18/7/2026).
Ia kemudian menanggapi kritik yang mempertanyakan mengapa prajurit TNI ikut bekerja di sawah dan anggota Polri terlibat dalam kegiatan menanam bersama petani.
Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bagian dari pengabdian aparat kepada masyarakat.
“Enggak usah terlalu apalah, ini prosedur ini, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut menanam. Enggak, ini Indonesia. TNI-Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi, TNI-Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” tegasnya.
Prabowo lantas menyampaikan sindiran kepada pihak luar yang dinilainya terlalu banyak mengomentari urusan dalam negeri Indonesia.
“Kau di negara lain, itu urusan kau. Enggak usah terlalu banyak urusan kita, deh, benar enggak? Lu juga enggak kasihan sama kita, benar enggak? Iya, kan?” ujarnya.
Menurut Prabowo, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat.
Karena itu, ia menilai kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat, termasuk membantu petani dan nelayan, merupakan bagian dari upaya memperkuat bangsa.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menghapus kelaparan dan kemiskinan melalui efisiensi anggaran negara.
Bahkan, Prabowo menyatakan tidak menutup kemungkinan anggaran pertahanan maupun kepolisian dikurangi apabila langkah tersebut diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” ucapnya.
Menutup pidatonya, Prabowo kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri harus selalu berpihak kepada rakyat dan hadir untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ini Indonesia. TNI, Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkasnya.
