Selasa, September 1, 2026

Rotasi Pejabat Dishub dan Bapenda Jadi Solusi Pajak Parkir Jakarta Tak Capai Target

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat), Sugiyanto Emik, menyoroti rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi parkir di DKI Jakarta.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi DKI untuk melakukan rotasi menyeluruh terhadap pejabat kunci di Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai langkah awal untuk memperbaiki tata kelola sektor tersebut.

“Pergantian dengan pejabat baru diperlukan agar terjadi penyegaran birokrasi dan peningkatan semangat kerja, khususnya dalam upaya mencapai target pajak parkir dan retribusi parkir di lingkungan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Sugiyanto dalam keterangannya, Kamis (11/7).

Menurut pria yang akrab disapa SGY ini, sektor parkir memiliki potensi besar untuk menyumbang PAD, namun pengelolaannya masih jauh dari optimal.

Ia menyoroti adanya perbedaan antara pajak parkir dan retribusi parkir yang memiliki otoritas pengelolaan berbeda.

Pajak parkir menjadi wewenang Bapenda, sementara retribusi parkir dikelola oleh Dishub.

Baca Juga :  Antisipasi Curanmor saat Mudik, Warga Jaksel Boleh Titip Kendaraan di Kantor Kelurahan

Dari target pajak parkir tahun 2025 yang semula ditetapkan sebesar Rp350 miliar, kini direncanakan turun menjadi Rp300 miliar dalam perubahan APBD.

Namun hingga pertengahan tahun, realisasi pajak parkir baru mencapai sekitar 30 persen atau Rp90 miliar.

“Saya mengasumsikan angka ini mencakup pajak parkir dari sektor off-street maupun on-street yang juga mencakup restribusi parkir. Ini masih perlu diverifikasi kembali ke Bapenda,” jelasnya.

SGY juga mengungkap data mengenai kondisi pengelolaan parkir saat ini.

Diketahui terdapat sekitar 1.300 lokasi parkir di Jakarta yang dikelola swasta dan BLU UP Parkir. Dari sisi on-street, terdapat 441 ruas jalan yang ditetapkan sebagai lokasi parkir oleh Pergub No. 188 Tahun 2016, namun baru 244 ruas yang benar-benar dioperasikan.

“Ini tentu menjadi pertanyaan besar: apa kendala dan alasan menghambat pemanfaatan ruas jalan lainnya? Padahal, semestinya jumlah tersebut dapat terus ditambah guna mendongkrak pendapatan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pramono Teken Instruksi ASN DKI Naik Angkutan Umum Tiap Rabu, Wajib Foto dan Unggah ke Medsos

SGY juga menyoroti setoran parkir on-street yang baru mencapai sekitar Rp3 miliar dari target Rp20 miliar, atau kurang dari 20 persen.

Ia mengkritisi lemahnya pengawasan dan praktik “parkir dalam parkir” sebagai salah satu penyebab kebocoran pendapatan.

“Fenomena parkir liar di dalam area parkir resmi menunjukkan masih lemahnya pengawasan. Digitalisasi sistem parkir pun belum merata dan belum terintegrasi, sehingga menyulitkan pemantauan dan menimbulkan potensi kebocoran pendapatan daerah,” kata SGY.

Lebih lanjut, ia mengusulkan lima langkah konkret yang harus segera diambil Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki pengelolaan pajak dan retribusi parkir:

Pertama, kata dia, rotasi pejabat di Dishub dan Bapenda yang menangani sektor parkir untuk menyegarkan kelembagaan dan mencegah stagnasi.

Kedua, revisi regulasi parkir melalui pendekatan zonasi, tarif progresif, dan pengelompokan jenis parkir berdasarkan fungsi kawasan.

Ketiga, penerapan digitalisasi sistem parkir secara menyeluruh dan integrasi data antarinstansi.

Baca Juga :  Awal Warga Tangsel Tertipu Investasi Bodong hingga Berujung Lapor Polisi, Bermula dari Perkenalan di Facebook

Keempat, penguatan sistem pengawasan, termasuk pelibatan masyarakat sipil dan aparat hukum.

Kelima, transparansi dan akuntabilitas, dengan publikasi rutin data pendapatan parkir agar masyarakat bisa turut mengawasi.

Ia juga menekankan pentingnya strategi terpadu dari Bapenda untuk meningkatkan pendapatan parkir, seperti pendataan ulang wajib pajak, kerja sama baru dengan pihak swasta, pembenahan manajemen, hingga pelatihan SDM.

“Parkir bukan sekadar persoalan lahan kosong dan tempat kendaraan, tetapi juga merupakan cermin tata kelola kota. Kota yang mampu mengelola sistem parkir dengan baik akan lebih siap mewujudkan transportasi publik yang modern, efisien, dan inklusif,” tegas Sugiyanto.

SGY juga menyerukan agar Pemprov DKI bertindak tegas dan visioner demi kepentingan warga Jakarta.

“Sudah saatnya Pemprov DKI Jakarta bertindak tegas dan visioner. Rotasi pejabat bukan sekadar langkah administratif, tetapi bagian dari strategi reformasi birokrasi untuk memastikan sektor strategis ini memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga Jakarta,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...