Senin, Juni 1, 2026

Rotasi Pejabat Dishub dan Bapenda Jadi Solusi Pajak Parkir Jakarta Tak Capai Target

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat), Sugiyanto Emik, menyoroti rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi parkir di DKI Jakarta.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi DKI untuk melakukan rotasi menyeluruh terhadap pejabat kunci di Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai langkah awal untuk memperbaiki tata kelola sektor tersebut.

“Pergantian dengan pejabat baru diperlukan agar terjadi penyegaran birokrasi dan peningkatan semangat kerja, khususnya dalam upaya mencapai target pajak parkir dan retribusi parkir di lingkungan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Sugiyanto dalam keterangannya, Kamis (11/7).

Menurut pria yang akrab disapa SGY ini, sektor parkir memiliki potensi besar untuk menyumbang PAD, namun pengelolaannya masih jauh dari optimal.

Ia menyoroti adanya perbedaan antara pajak parkir dan retribusi parkir yang memiliki otoritas pengelolaan berbeda.

Pajak parkir menjadi wewenang Bapenda, sementara retribusi parkir dikelola oleh Dishub.

Baca Juga :  Aksi ASN Pemkot Jaktim Sambut HUT Jakarta Lewat Donor Darah, Wali Kota: Saya Sekantong

Dari target pajak parkir tahun 2025 yang semula ditetapkan sebesar Rp350 miliar, kini direncanakan turun menjadi Rp300 miliar dalam perubahan APBD.

Namun hingga pertengahan tahun, realisasi pajak parkir baru mencapai sekitar 30 persen atau Rp90 miliar.

“Saya mengasumsikan angka ini mencakup pajak parkir dari sektor off-street maupun on-street yang juga mencakup restribusi parkir. Ini masih perlu diverifikasi kembali ke Bapenda,” jelasnya.

SGY juga mengungkap data mengenai kondisi pengelolaan parkir saat ini.

Diketahui terdapat sekitar 1.300 lokasi parkir di Jakarta yang dikelola swasta dan BLU UP Parkir. Dari sisi on-street, terdapat 441 ruas jalan yang ditetapkan sebagai lokasi parkir oleh Pergub No. 188 Tahun 2016, namun baru 244 ruas yang benar-benar dioperasikan.

“Ini tentu menjadi pertanyaan besar: apa kendala dan alasan menghambat pemanfaatan ruas jalan lainnya? Padahal, semestinya jumlah tersebut dapat terus ditambah guna mendongkrak pendapatan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Serahkan Bantuan Kemanusiaan Rp606 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

SGY juga menyoroti setoran parkir on-street yang baru mencapai sekitar Rp3 miliar dari target Rp20 miliar, atau kurang dari 20 persen.

Ia mengkritisi lemahnya pengawasan dan praktik “parkir dalam parkir” sebagai salah satu penyebab kebocoran pendapatan.

“Fenomena parkir liar di dalam area parkir resmi menunjukkan masih lemahnya pengawasan. Digitalisasi sistem parkir pun belum merata dan belum terintegrasi, sehingga menyulitkan pemantauan dan menimbulkan potensi kebocoran pendapatan daerah,” kata SGY.

Lebih lanjut, ia mengusulkan lima langkah konkret yang harus segera diambil Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki pengelolaan pajak dan retribusi parkir:

Pertama, kata dia, rotasi pejabat di Dishub dan Bapenda yang menangani sektor parkir untuk menyegarkan kelembagaan dan mencegah stagnasi.

Kedua, revisi regulasi parkir melalui pendekatan zonasi, tarif progresif, dan pengelompokan jenis parkir berdasarkan fungsi kawasan.

Ketiga, penerapan digitalisasi sistem parkir secara menyeluruh dan integrasi data antarinstansi.

Baca Juga :  Ribuan Pelajar Ramaikan Jumbara PMR di Ragunan, PMI Jaksel Siapkan Sertifikat

Keempat, penguatan sistem pengawasan, termasuk pelibatan masyarakat sipil dan aparat hukum.

Kelima, transparansi dan akuntabilitas, dengan publikasi rutin data pendapatan parkir agar masyarakat bisa turut mengawasi.

Ia juga menekankan pentingnya strategi terpadu dari Bapenda untuk meningkatkan pendapatan parkir, seperti pendataan ulang wajib pajak, kerja sama baru dengan pihak swasta, pembenahan manajemen, hingga pelatihan SDM.

“Parkir bukan sekadar persoalan lahan kosong dan tempat kendaraan, tetapi juga merupakan cermin tata kelola kota. Kota yang mampu mengelola sistem parkir dengan baik akan lebih siap mewujudkan transportasi publik yang modern, efisien, dan inklusif,” tegas Sugiyanto.

SGY juga menyerukan agar Pemprov DKI bertindak tegas dan visioner demi kepentingan warga Jakarta.

“Sudah saatnya Pemprov DKI Jakarta bertindak tegas dan visioner. Rotasi pejabat bukan sekadar langkah administratif, tetapi bagian dari strategi reformasi birokrasi untuk memastikan sektor strategis ini memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga Jakarta,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...