Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengerahkan personel gabungan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di sepanjang proyek galian pipa PAM Jaya di Jalan TB Simatupang, khususnya di wilayah Cilandak dan Pasar Minggu.
Langkah ini diambil menyusul terjadinya kepadatan arus lalu lintas akibat penutupan sebagian badan jalan yang terdampak proyek infrastruktur tersebut.
Personil Satpol PP juga diterjunkan untuk menjaga ketertiban umum di sekitar lokasi proyek.
Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti menjelaskan, petugas diterjunkan dalam dua shift setiap harinya untuk mengatur lalu lintas di sekitar proyek.
“Untuk pengaturan lalu lintas di Jalan TB Simatupang kita bagi dua shift, pagi dari jam 06.00 sampai 10.00 WIB, dan sore jam 16.00 sampai malam,” ujar Nanto saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, pada Jumat (22/8/2025).
Dalam setiap shift, lanjut Nanto, sebanyak enam anggota Satpol PP ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan.
“Selain mengatasi kemacetan, plotingan anggota Satpol ini juga untuk menjaga dari pelanggaran ketertiban umum di sekitar proyek, seperti pengatur lalu lintas liar atau yang dikenal dengan sebutan pak ogah,” ujarnya.
Adapun titik-titik yang menjadi fokus penjagaan meliputi simpang Trakindo, kawasan Cibis Park, SPBU Pertamina TB Simatupang, serta area sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Talavera.
Selain itu, petugas juga disiagakan di simpang Jalan Intan dan Jalan Intan Sedayu, simpang Fatmawati, serta putaran Jalan Antasari.
“Penempatan titik plotingan ini dalam rangka pengamanan sekaligus mengantisipasi pelanggaran ketertiban umum (trantibum),” pungkas Nanto.
