Sabtu, Juli 4, 2026

Surya Paloh Pertanyakan Narasi Penangkapan Bupati Kolaka Timur: Apakah Ini OTT Plus?

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menyoroti narasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis

Surya Paloh meminta agar kader NasDem yang duduk di Komisi III DPR mempertanyakan terminologi OTT yang digunakan oleh KPK tersebut.

“Agar yang namanya terminologi OTT bisa diperjelas oleh kita bersama OTT itu apa yang dimaksudkan, apakah ini OTT Plus?” kata Paloh dalam acara Rakernas Partai NasDem di Makassar, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga :  Panglima TNI Tegaskan Prajurit yang Geruduk Polrestabes Medan Langsung Diperiksa Denpom

Bagi Paloh, narasi OTT yang disampaikan KPK ke publik tidak tepat.

Untuk itu, dia memerintahkan Fraksi Partai NasDem mendorong Komisi III DPR memanggil KPK dalam rapat dengar pendapat (RDP).

“Saya menginstruksikan Fraksi NasDem untuk minta agar Komisi III memanggil KPK (rapat) dengar pendapat,” tegas Paloh.

Paloh juga mengingatkan KPK agar penegakan hukum tidak mendahulukan drama.

Dia mengaku sedih giat penegakan hukum mendahulukan drama.

Baca Juga :  Resmikan 4 Terminal di Pulau Jawa, Jokowi Singgung Sosok Preman

“Itu yang NasDem sedih. Kok harus ada drama dulu, baru penegakan hukum. Sesudah penegakan hukum, nanti mengharap amnesti. Itu tidak bagus juga. Jangan,” ujarnya.

Surya Paloh menegaskan jika pada proses penegakan hukum yang berjalan di KPK berlangsung secara murni, maka NasDem akan mendukung hal tersebut.

“Tegakkan hukum secara murni, dan NasDem ada di sana. Yang salah adalah salah. Proseslah secara bijak, ” sambungnya.

Baca Juga :  Mahfud Md Pastikan Kasus Panji Gumilang Ditangani Serius, Fokuskan Tiga Hal Ini

Secara terpisah, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya bakal menjelaskan kronologi giat operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan korupsi di Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara.

“Nanti kami jelaskan kronologi dan konstruksi perkaranya seperti apa supaya masyarakat juga bisa menilai bahwa ini bukan drama, tetapi memang ada fakta-fakta perbuatannya,” ujar Budi kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...