Sabtu, Oktober 10, 2026

Surya Paloh Pertanyakan Narasi Penangkapan Bupati Kolaka Timur: Apakah Ini OTT Plus?

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menyoroti narasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis

Surya Paloh meminta agar kader NasDem yang duduk di Komisi III DPR mempertanyakan terminologi OTT yang digunakan oleh KPK tersebut.

“Agar yang namanya terminologi OTT bisa diperjelas oleh kita bersama OTT itu apa yang dimaksudkan, apakah ini OTT Plus?” kata Paloh dalam acara Rakernas Partai NasDem di Makassar, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan Kapolsek yang Tipu Tukang Bubur di Cirebon Dipecat dan Dipidanakan

Bagi Paloh, narasi OTT yang disampaikan KPK ke publik tidak tepat.

Untuk itu, dia memerintahkan Fraksi Partai NasDem mendorong Komisi III DPR memanggil KPK dalam rapat dengar pendapat (RDP).

“Saya menginstruksikan Fraksi NasDem untuk minta agar Komisi III memanggil KPK (rapat) dengar pendapat,” tegas Paloh.

Paloh juga mengingatkan KPK agar penegakan hukum tidak mendahulukan drama.

Dia mengaku sedih giat penegakan hukum mendahulukan drama.

Baca Juga :  Jokowi Sindir Cat Kantor Pemda Warna Parpol Penguasa: Enggak Nyambung

“Itu yang NasDem sedih. Kok harus ada drama dulu, baru penegakan hukum. Sesudah penegakan hukum, nanti mengharap amnesti. Itu tidak bagus juga. Jangan,” ujarnya.

Surya Paloh menegaskan jika pada proses penegakan hukum yang berjalan di KPK berlangsung secara murni, maka NasDem akan mendukung hal tersebut.

“Tegakkan hukum secara murni, dan NasDem ada di sana. Yang salah adalah salah. Proseslah secara bijak, ” sambungnya.

Baca Juga :  Jokowi Tunjuk Budi Karya jadi Menteri PUPR Ad Interim Pengganti Basuki Hadimuljono, Ada Apa?

Secara terpisah, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya bakal menjelaskan kronologi giat operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan korupsi di Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara.

“Nanti kami jelaskan kronologi dan konstruksi perkaranya seperti apa supaya masyarakat juga bisa menilai bahwa ini bukan drama, tetapi memang ada fakta-fakta perbuatannya,” ujar Budi kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...