Sabtu, Oktober 3, 2026

Terungkap Alasan Presiden Prabowo Batal Lantik Pramono-Rano di Istana Negara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengungkap alasan batalnya pelantikan kepala daerah secara serentak di Istana Negara.

Diketahui, para kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang sedianya dilantik Presiden Prabowo pada 6 Ferbruari 2025 mendatang, diundur menjadi pertengahan Februari.

Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung-Rano Karno.

Tito mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta pelantikan kepala daerah yang sedianya dijadwalkan pada 6 Februari 2025 diundur demi alasan efisiensi.

Terlebih pelantikan yang sudah terjadwal sebelumnya, berdekatan dengan jadwal sidang pengucapan putusan sela atau dismissal oleh Mahkamah Konstitusi (MK), dimajukan menjadi pada 4-5 Februari 2025.

Baca Juga :  KTT G20 Brasil, Prabowo Akui Kelaparan dan Kemiskinan Nyata di Indonesia

“Beliau (Prabowo) berprinsip bahwa kalau memang jaraknya enggak terlalu jauh, untuk efisiensi, sebaiknya satukan saja antara yang non-sengketa dengan yang dismissal,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (1/2/2025).

Tito mengatakan Presiden Prabowo berharap pelantikan kepala daerah bisa dilakukan secepatnya.

Hal itu untuk menghindari terganggunya roda pemerintahan di daerah.

Baca Juga :  Polri Kerahkan 5.791 Personel Berikut 10 Satgas ke Bali, Untuk Apa?

“Kemudian juga untuk efektifitas pemerintahan, supaya semuanya bergerak berjalan, segera, jangan sampai terjadi transisi yang terlalu panjang,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin memastikan bahwa pelantikan Pramono-Rano yang sedianya tanggal 6 Februari mundur antara tanggal 18 dan 20 Februari.

“Info terbaru bahwa pelantikan yang sedianya 6 Februari jadi kemungkinan 18, kemungkinan 19, kemungkinan 20 ya, ” kata Khoirudin saat ditemui di gedung DPRD Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Dia menyampaikan keputusan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih dalam Pilkada 2024 merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Anies Ngaku Masyarakat Banyak Khawatir Usai Jokowi Sebut Cawe-cawe di Pilpres 2024

Setelah dilantik di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto, kata dia, pasangan Pram-Rano kemudian akan memberikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

“Tanggalnya ini given ini, antara, jadi kita belum bisa berdebat waktu tanggalnya, karena ini semua kewenangan pemerintah pusat. Jadi 18 sampai 20,” ujarnya.

“Ketepatan di tanggal tersebut tidak ada agenda dewan yang berbenturan, jadi mudah disepakati,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...