Sabtu, Oktober 3, 2026

Trotoar yang Tak Lagi Seragam di Pondok Indah, Berbeda Usai Dibongkar Pasang

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Langit siang itu cerah di Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Matahari memantul di aspal Jalan Metro Pondok Indah, sementara laju kendaraan mengalir padat tanpa jeda.

Klakson bersahutan, roda berdesing.

Bagi pejalan kaki, satu langkah yang keliru bisa berujung senggolan dengan kendaraan yang melintas rapat di tepi jalan.

Di sisi jalan itulah trotoar membentang.

Sekilas tampak rapi, namun langkah kaki yang menyusurinya segera menangkap kejanggalan.

Baca Juga :  Trotoar di Pondok Indah Terbengkalai Usai Dibongkar Tanpa Izin, Bina Marga Minta Satpol PP Turun Tangan

Susunan paving block abu-abu muda yang biasanya seragam, tiba-tiba terputus oleh pola lain.

Ukurannya lebih besar, warnanya sedikit berbeda, seolah menjadi tambalan yang sengaja dibiarkan terlihat.

Trotoar ini memang tak lagi sepenuhnya mulus-bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam ceritanya.

Trotoar di kawasan ini sebelumnya sempat dibongkar tanpa izin untuk akses kendaraan sebuah hotel.

Kini, meski sudah diperbaiki, bekas pembongkaran itu masih menyisakan jejak tentang ruang pejalan kaki yang sempat terabaikan.

Baca Juga :  Dari Banjir hingga Parkir Liar, Syafrin Liputo Sebut Permasalahan Jaksel Bak Secangkir Kopi Pahit

Pantauan di lokasi, Selasa (9/2/2026), trotoar berada tepat di tepi jalan aspal dengan pembatas kanstin hitam-putih.

Sebagian besar permukaannya menggunakan paving block persegi panjang yang tersusun rapi, khas jalur pedestrian kawasan elite.

Namun, di satu titik, material konblok berukuran lebih besar tampak menonjol.

Polanya tak serasi dengan sekitarnya, seolah menjadi penanda sunyi bahwa area itu baru saja “ditambal” setelah sesuatu yang tak beres terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Bina Marga Perketat Rekomtek Izin Inrit Hotel di Pondok Indah Buntut Bongkar Trotoar Sembarangan 

Cerita trotoar ini tak berhenti pada urusan material.

Di sisi kiri jalur pejalan kaki berdiri pagar seng proyek yang ditopang balok-balok kayu.

Gulungan kabel dan tiang utilitas berada tak jauh dari lintasan kaki. Ruang berjalan pun menyempit.

Pejalan kaki mau tak mau harus melambat, menyesuaikan langkah, bahkan sesekali turun mendekati badan jalan demi menghindari halangan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...