Sabtu, Juli 4, 2026

Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit, Kantor Sudin UMKM Digeledah Kejaksaan

WIB

Menurut Order Gultom, proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp3.052.800.000 itu diduga bermasalah karena menyebutkan pengadaan mesin jahit merek Singer Type M1255, yang ternyata tidak tercatat sebagai produk resmi di Singer Indonesia maupun distributor resminya di Jakarta Utara.

“Kami telah mengkonfirmasi langsung ke Singer Indonesia melalui WhatsApp. Dari jawaban yang kami terima, tidak ada mesin jahit Type M1255. Yang tersedia adalah Type M1155, M1505, dan M3305,” ujar Order Gultom dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/7/2025).

Baca Juga :  Heboh Pengakuan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Bertemu Gibran, Kampus Turun Tangan

Berdasarkan data yang tercantum dalam Bigbox LKPP dan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pengadaan tersebut dilakukan oleh Sudin UMKM Jakarta Selatan melalui penyedia katalog PT. Selaras Cipta Sempurna (PT. SCS).

PT. SCS tercatat sebagai penyedia barang yang tayang pada katalog elektronik LKPP untuk proyek ini.

Proyek pengadaan ini dialokasikan untuk dua program, yakni kegiatan WUIB Fashion dan Kegiatan WUIB Craft.

Pengadaan untuk dua program ini masing-masing 40 unit mesin jahit untuk 10 kegiatan.

Baca Juga :  Heboh Ada Tulisan Nama Orang di Potongan Paru Sapi Kurban

Dengan demikian, total unit mesin jahit yang akan diadakan mencapai 800 unit, seluruhnya bertipe Singer M1255.

Namun, menurut Order Gultom, tipe mesin tersebut tidak dikenali oleh produsen maupun distributor resmi Singer.

Pengakuan dari distributor resmi ini menimbulkan kecurigaan besar akan validitas spesifikasi barang dalam proyek tersebut.

“Ini bukan hanya soal ketidaksesuaian spesifikasi, tapi potensi korupsi melalui pengadaan barang fiktif. Kami mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan BPK, untuk segera mengusut proyek ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Mesin Jahit Sudin PPKUKM Jaktim, Dua Pejabat Pengadaan

Ia juga menambahkan bahwa InaCO akan segera mengajukan laporan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta meminta LKPP untuk mengevaluasi tayangnya penyedia tersebut di katalog elektronik.

“Negara tidak boleh dirugikan karena pengadaan barang yang tidak jelas eksistensinya. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” pungkas Order Gultom.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sudin PPKUKM Jakarta Selatan maupun PT. Selaras Cipta Sempurna. RBN

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...