Selasa, Mei 19, 2026

Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit, Kantor Sudin UMKM Digeledah Kejaksaan

WIB

Menurut Order Gultom, proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp3.052.800.000 itu diduga bermasalah karena menyebutkan pengadaan mesin jahit merek Singer Type M1255, yang ternyata tidak tercatat sebagai produk resmi di Singer Indonesia maupun distributor resminya di Jakarta Utara.

“Kami telah mengkonfirmasi langsung ke Singer Indonesia melalui WhatsApp. Dari jawaban yang kami terima, tidak ada mesin jahit Type M1255. Yang tersedia adalah Type M1155, M1505, dan M3305,” ujar Order Gultom dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/7/2025).

Baca Juga :  Kejaksaan Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Mesin Jahit Sudin PPKUKM Jaktim, Dua Pejabat Pengadaan

Berdasarkan data yang tercantum dalam Bigbox LKPP dan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pengadaan tersebut dilakukan oleh Sudin UMKM Jakarta Selatan melalui penyedia katalog PT. Selaras Cipta Sempurna (PT. SCS).

PT. SCS tercatat sebagai penyedia barang yang tayang pada katalog elektronik LKPP untuk proyek ini.

Proyek pengadaan ini dialokasikan untuk dua program, yakni kegiatan WUIB Fashion dan Kegiatan WUIB Craft.

Pengadaan untuk dua program ini masing-masing 40 unit mesin jahit untuk 10 kegiatan.

Baca Juga :  Waspadai Kualitas Penurunan Udara, Pemprov DKI Perketat Penerapan Uji Emisi Kendaraan

Dengan demikian, total unit mesin jahit yang akan diadakan mencapai 800 unit, seluruhnya bertipe Singer M1255.

Namun, menurut Order Gultom, tipe mesin tersebut tidak dikenali oleh produsen maupun distributor resmi Singer.

Pengakuan dari distributor resmi ini menimbulkan kecurigaan besar akan validitas spesifikasi barang dalam proyek tersebut.

“Ini bukan hanya soal ketidaksesuaian spesifikasi, tapi potensi korupsi melalui pengadaan barang fiktif. Kami mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan BPK, untuk segera mengusut proyek ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur DKI Cabut Perda Tentang Penataan Kepulauan Seribu, Dasarnya Apa?

Ia juga menambahkan bahwa InaCO akan segera mengajukan laporan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta meminta LKPP untuk mengevaluasi tayangnya penyedia tersebut di katalog elektronik.

“Negara tidak boleh dirugikan karena pengadaan barang yang tidak jelas eksistensinya. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” pungkas Order Gultom.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sudin PPKUKM Jakarta Selatan maupun PT. Selaras Cipta Sempurna. RBN

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...