Kamis, April 16, 2026

Wali Kota Jaksel Minta Tak Ada Toleransi Pelecehan di Ruang Publik

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan M. Anwar meminta seluruh pengelola ruang publik untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Anwar saat membuka Talkshow Ciptakan Ruang Publik Bebas Pelecehan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar di Perpustakaan Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru, Selasa (27/1/2026).

Anwar menegaskan, ruang publik memiliki peran strategis dalam membentuk rasa aman bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pengelola fasilitas publik, mulai dari apartemen dan rumah susun, pusat perbelanjaan, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga taman dan fasilitas umum lainnya, harus memiliki standar perlindungan yang jelas.

Baca Juga :  Mudik Lebaran, Walikota Jakarta Selatan Titip Pesan Khusus kepada Warganya

“Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk pelecehan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti secara serius, cepat, dan berperspektif korban,” ujar Anwar.

Ia menyampaikan, standar perlindungan tersebut meliputi penyediaan pencahayaan yang memadai, keberadaan petugas di lapangan, serta mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan responsif bagi masyarakat.

Selain itu, Anwar meminta seluruh petugas keamanan maupun pelayanan di ruang publik dibekali pemahaman terkait pencegahan dan penanganan pelecehan terhadap perempuan dan anak.

“Petugas di lapangan harus memahami bagaimana mencegah dan menangani kasus pelecehan, sehingga korban merasa aman untuk melapor,” kata dia.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Kerja Bakti Massal di Lokasi Kebakaran Manggarai, Munjirin: Kalau Tidak Dibersihkan Bisa Jadi Sumber Penyakit

Untuk memastikan perlindungan berjalan berkelanjutan, Anwar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Ia mendorong kerja sama aktif dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) Provinsi DKI Jakarta, Balai Pemasyarakatan, Kantor Imigrasi, aparat penegak hukum, serta masyarakat sekitar.

“Kota Jakarta Selatan tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju infrastrukturnya, tetapi juga sebagai kota yang aman, beradab, dan berpihak pada kelompok rentan,” ucap Anwar.

Baca Juga :  Momen Emak-emak Pelaku UMKM Ikut Pelatihan Literasi Digital dari Pemkot Jaksel

Talkshow tersebut digelar secara luring dan daring dan diikuti oleh seluruh kepala Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan Rizky Hamid mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya menjadikan ruang publik sebagai tempat yang ramah dan nyaman bagi semua kalangan.

“Saya berharap talkshow ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi pemicu aksi nyata di setiap ruang publik yang Bapak dan Ibu kelola. Mari kita jadikan Jakarta Selatan sebagai ruang aman untuk semua, terutama bagi perempuan dan anak,” tandas Rizky.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...