Rabu, Agustus 19, 2026

Terungkap Alasan Presiden Prabowo Batal Lantik Pramono-Rano di Istana Negara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengungkap alasan batalnya pelantikan kepala daerah secara serentak di Istana Negara.

Diketahui, para kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang sedianya dilantik Presiden Prabowo pada 6 Ferbruari 2025 mendatang, diundur menjadi pertengahan Februari.

Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung-Rano Karno.

Tito mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta pelantikan kepala daerah yang sedianya dijadwalkan pada 6 Februari 2025 diundur demi alasan efisiensi.

Terlebih pelantikan yang sudah terjadwal sebelumnya, berdekatan dengan jadwal sidang pengucapan putusan sela atau dismissal oleh Mahkamah Konstitusi (MK), dimajukan menjadi pada 4-5 Februari 2025.

Baca Juga :  Jokowi: Kalau Ketemu Presiden Terpilih Pak Prabowo, Sampaikan Minta Dilanjutkan

“Beliau (Prabowo) berprinsip bahwa kalau memang jaraknya enggak terlalu jauh, untuk efisiensi, sebaiknya satukan saja antara yang non-sengketa dengan yang dismissal,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (1/2/2025).

Tito mengatakan Presiden Prabowo berharap pelantikan kepala daerah bisa dilakukan secepatnya.

Hal itu untuk menghindari terganggunya roda pemerintahan di daerah.

Baca Juga :  Tim Hukum PDIP Polisikan Rocky Gerung, Bawa Tiga Bukti Fitnah Presiden Jokowi

“Kemudian juga untuk efektifitas pemerintahan, supaya semuanya bergerak berjalan, segera, jangan sampai terjadi transisi yang terlalu panjang,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin memastikan bahwa pelantikan Pramono-Rano yang sedianya tanggal 6 Februari mundur antara tanggal 18 dan 20 Februari.

“Info terbaru bahwa pelantikan yang sedianya 6 Februari jadi kemungkinan 18, kemungkinan 19, kemungkinan 20 ya, ” kata Khoirudin saat ditemui di gedung DPRD Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Dia menyampaikan keputusan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih dalam Pilkada 2024 merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Baca Juga :  808 Ribu Pemudik Jabodetabek Belum Kembali, Rekayasa Tol Japek Diperpanjang Lagi 

Setelah dilantik di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto, kata dia, pasangan Pram-Rano kemudian akan memberikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

“Tanggalnya ini given ini, antara, jadi kita belum bisa berdebat waktu tanggalnya, karena ini semua kewenangan pemerintah pusat. Jadi 18 sampai 20,” ujarnya.

“Ketepatan di tanggal tersebut tidak ada agenda dewan yang berbenturan, jadi mudah disepakati,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...