Sabtu, Oktober 3, 2026

Momen Dedi Mulyadi Minta Jembatan di Sukabumi Dibongkar gegara Salah Konstruksi

WIB

Aliansi.co, Sukabumi- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terjun ke Sungai Cipabaluhan, Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dedi tampak geram melihat kondisi Sungai Cipabaluhan penuh dengan tumpukan sampah yang dianggap sebagai pemicu banjir bandang di Pelabuhanratu, pada Kamis (6/3/2025) lalu.

Sebelum turun ke sungai, Dedi awalnya menyoroti konstruksi jembatan yang dibangun terlalu rendah di atas Sungai Cipabaluhan.

Ia pun menjelaskan kepada Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar, Dikky Achmad Sidik, bahwa konstruksi jembatan yang dibangun secara lurus, menyebabkan arus air sungai berbalik

Baca Juga :  Habis Beli Alphard, Anggota DPRD Muara Enim dan Putranya Terjaring OTT

Kondisi tersebut diperparah dengan tumpukan sampah yang tersangkut di bawah jembatan membuat banjir bandang menerjang Kabupaten Sukabumi.

“Peristiwa di Sukabumi itu sebenarnya sederhana pak. Harusnya konstruksi jembatan itu tidak lurus pak, kontruksi jembatan itu harusnya melengkung,” kata Dedi dilansir dari tayangan video YouTube Dedi Mulyadi, Minggu (9/3/2025).

“Ini jembatan harus dibongkar dan didesain ulang, dibuat melengkung,” sambung Dedi.

Dedi pun meminta seluruh pihak untuk menghentikan aktivitas penebangan pohon, penambangan, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Baca Juga :  Respon Polda Jabar soal Ancaman Pembunuhan dari Netizen terhadap Dedi Mulyadi

“Kita enggak bisa beresin ini kalau hulunya nggak beres. Hulunya rusak, hilirnya tidak terurus,” kata Dedi.

Setelahnya, Dedi turun ke sungai membersihkan sampah yang menumpuk di sungai.

Dengan mengenakan sepatu bot, Dedi turun ke sungai membersihkan sampah bersama warga.

Dedi bahkan masuk ke kolong jembatan untuk membersihkan sampah yang tersangkut.

Dedi menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari bantal, baju, hingga kasur tersangkut di bawah jembatan.

Baca Juga :  Dua TNI dan Satu Polisi Ditetapkan Tersangka Tragedi Sabung Ayam di Way Kanan Lampung

Dengan cekatan Dedi menarik sampah yang menghambat aliran air dan memberikannya kepada warga untuk diangkut ke luar sungai.

Dedi juga mengajak warga dan pejabat setempat untuk ikut turun tangan membersihkan sampah.

“Saya cenderung untuk hari ini tidak dulu menyapa warga bagi sembako, karena itu tugasnya Dinas Sosial, bukan tugas saya. Hari ini saya fokus menyelesaikan berbagai konstruski yang salah dan harus dibenahi,” ujarnya.

“Karena yang rusaknya juga orang lain, yang memperbaikinya harus kita bersama,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...