Sabtu, Oktober 3, 2026

Momen Prabowo Getok Pramono Patungan Biayai Mega Proyek Senilai 80 Miliar Dollar

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto meminta Gubernur Jakarta Pramono Anung ikut patungan membiayai mega proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.

Prabowo menyebut kebutuhan anggaran mega proyek tersebut mencapai 80 miliar dollar.

Momen itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di JCC Senayan, Jakarta, pada Kamis (12/6/2025).

Dalam sambutannya, Prabowo awalnya menyampaikan akan memulai pembangunan proyek tanggul laut Pantai Utara Jawa atau Giant Sea Wall.

Ia mengatakan mega proyek itu tidak bisa ditunda lagi dan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan bangsa, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir.

Baca Juga :  Rombongan Kampanye AMIN Tabrakan Beruntun di Madura, Begini Kondisi Terkini Anies

“Sekarang tidak ada lagi penundaan, sudah tidak perlu lagi banyak bicara, kita akan kerjakan itu segera,” ujar Prabowo dalam sambutannya, dilansir dari YouTube Setpres, Jumat (13/6/2025)

Proyek Giant Sea Wall rencananya akan dibangun dari Banten hingga Gresik atau kurang lebih mencapai 500 kilometer.

Prabowo memperkirakan proyek itu akan menelan biaya hingga US$80 miliar dan memakan waktu pengerjaan yang cukup lama.

Baca Juga :  Menlu Pastikan Persiapan KTT Asean di Labuan Bajo Berjalan Baik

“Waktu perkiraan untuk di Teluk Jakarta saja kemungkinan 8 sampai 10 tahun, ” kata Prabowo.

“Kalau sampai ke Jawa Timur mungkin butuh waktu 20 tahun, 15 sampai 20 tahun,” lanjutnya.

Prabowo menyatakan dari total nilai proyek sebesar US$8-10 miliar, akan dihabiskan untuk wilayah Jakarta.

Lalu Prabowo menggetok Pramono ikut patungan membiayai mega proyek tersebut.

“Karena APBD DKI sangat besar, jadi saya bilang DKI harus urunan. Mana ini Gubernur DKI?”

“Khusus teluk Jakarta kemungkinan US$8 sampai 10 Miliar Dollar. Kalau US$8-10 Miliar saya kira kita sendiri mampu,” sambungnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ingin Pembangunan IKN Jadi Contoh Transformasi Bekerja Cepat

Prabowo mengatakan dirinya sudah sempat bertemu Pramono untuk menanyakan dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam mega proyek tersebut.

Ia mengklaim Pramono juga telah memberikan dukungan dan siap ikut urunan dalam proyek itu lantaran memiliki APBD yang mencukupi.

“Saya sudah ketemu beberapa hari lalu dan saya sudah kirim utusan, tanya Gubernur DKI dukung proyek ini atau tidak saya dapat jawaban ‘dukung’ alhamdulillah,” tanndasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...